Lelucon Cabul Dilarang, Ini Aturan Pelecehan Seksual di Universitas Harvard

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menteri Pendidikan Nadiem Makarim sedang menjadi sorotan karena membuat aturan melawan kekerasan seksual di kampus (Permendikbudristek 30/2021). Langkah Nadiem Makarim dijegal kalangan konservatif yang menilai aturan itu melegalkan zina.

Di luar negeri, sudah banyak kampus-kampus ternama yang menerapkan aturan melawan kekerasan dan pelecehan seksual.

Universitas Harvard (alma mater Menteri Nadiem) memiliki aturan yang dasarnya pun mirip dengan aturan Nadiem, yakni bertumpu pada consent. Apabila tidak ada consent, maka aksi bernuansa seksual otomatis menjadi pelanggaran.

Aturan di Harvard sangat ketat. Perilaku seksual yang tidak menimbulkan sentuhan fisik pun bisa melanggar aturan kekerasan seksual. Bahkan, lelucon bernuansa cabul juga masuk aturan pelecehan.

Berikut aturan tentang pelecehan seksual di Universitas Harvard:

TERKAIT: Cerita Pengakuan Mahasiswi yang Jadi Korban Pelecehan Seksual Dosen Pembimbing

TERKAIT: Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI Jadi Alarm RUU PKS Harus Segera Disahkan

TERKAIT: Viral Pengakuan Pelecehan Seksual di Kantor, KPI Pusat Dampingi Terduga Korban Melapor ke Polisi

Aturan di Universitas Harvard

Ilustrasi seorang wanita yang menerima cyberflashing. (dok.  Daria Nepriakhina/Unsplash.com)
Ilustrasi seorang wanita yang menerima cyberflashing. (dok. Daria Nepriakhina/Unsplash.com)

Berdasarkan aturan di situs Harvard University Police Department, pelecehan seksual adalah perilaku seksual yang tidak diinginkan. Ini termasuk perilaku verbal, nonverbal, grafik, atau fisik.

Pelanggaran bisa terjadi apabila korban sudah menolak tindakan itu, baik secara eksplisit maupun implisit. Apabila korban berkata mau tetapi akibat merasakan tekanan, seperti secara akademis, maka itu juga bisa termasuk ada pelanggaran.

Atau apabila perilaku itu dilakukan secara terus-terusan dan menganggu, sehingga berdampak pada aktivitas korban di universitas.

Selain itu, merekam atau mengambil foto seseorang dengan nuansa seksual tanpa persetujuan juga dilarang. Sebaliknya, mengirim materi seksual ke seseorang tanpa izin juga merupakan pelanggaran.

Memberi komentar atau menyentuh tubuh korban secara tidak pantas juga berpotensi melanggar. Ini termasuk juga memberikan lelucon cabul atau gestur bernuansa seksual.

Menguntit korban juga bisa jadi pelanggaran. Begitu pula meminta tindakan seks dari korban dengan iming-iming dapat manfaat, seperti promosi atau naik gaji.

Tak Harus di Harvard

Ilustrasi mencegah kekerasan seksual. (dok. pexels/Anete Lusina)
Ilustrasi mencegah kekerasan seksual. (dok. pexels/Anete Lusina)

Kebijakan Universitas Harvard ini berlaku kepada mahasiswa, staf fakultas, atau orang-orang yang masih terkait Harvard.

Lokasinya meliputi wilayah property Harvard maupun di luar Harvard.

Aturan pelecehan seksual ini juga berlaku apabila masih ada koneksi dengan program Universitas Harvard, atau program yang diakui Harvard.

Harvard turut mengingatkan bahwa pelecehan berbasis gender dilarang, ini termasuk diskriminasi orientasi seksual atau identitas gender.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Tommy Kurnia

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel