Lemkapi: 84,6 persen masyarakat puas dengan pelayanan Polri

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengungkapkan, sebanyak 84,6 persen masyarakat Indonesia puas dengan pelayanan Polri.

"Menjelang Hari Bhayangkara ke-76, Lemkapi melakukan survei kinerja polisi untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan Polri," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, survei dilaksanakan pada 10-23 Juni 2022 dengan sampel 1.000 orang melalui tatap muka lewat jaringan mahasiswa yang menjadi mitra Lemkapi di seluruh Indonesia.

"Kami mengharapkan hasil survei masyarakat ini akan menjadi masukan untuk peningkatan kinerja Polri menuju Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan atau presisi," katanya.

Selama setahun terakhir, kata dia, pelayanan Polri yang banyak diapresiasi menurut persepsi masyarakat adalah peningkatan moderenisasi pelayanan yang berdampak transparansi pelayanan publik dan peranan besar Polri dalam gerakan vaksinasi nasional.

"Survei juga mendapati sosok Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dinilai tegas dalam memimpin pasukan berbaju coklat," kata mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini.

Baca juga: Lemkapi: TNI-Polri jadi penjabat kepala daerah karena alasan keamanan
Baca juga: Lemkapi: Tidak mudah amankan arus mudik dan balik Lebaran 2022

Meski begitu, kata dia, ada 11,2 persen
responden menyampaikan tidak puas atas pelayanan Polri dengan berbagai alasan antara lain masih ada pelayanan diskriminatif, ada oknum terlibat penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan serta sebaran media sosial yang negatif masih kerap muncul.

"Sedangkan sebanyak 4,2 persen responden lainnya tidak memberikan komentar dengan alasan masih mempelajari kinerja Polri di tengah masyarakat," katanya.

Menurut Edi, secara umum kinerja Polri di bawah Listyo Sigit prabowo semakin baik dan banyak kinerja Polri diapresiasi publik antara lain tilang elektronik yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, pemberantasan terorisme, kejahatan siber dan narkoba.

"Selain itu, ketegasan dan kecepatan Kapolri dalam merespons berbagai kritikan dan isu-isu Kepolisian banyak dipuji publik," katanya.

Namun, pada sisi lainnya, publik juga memberikan masukan agar pelayanan penyidikan dan lalu lintas di jalan raya perlu dibenahi agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin baik.

Pada hasil survei lainnya, publik juga meminta seluruh jajaran Polri dan keluarga menghindari sikap berlebihan di media sosial.

"Kami melihat ini sangat penting untuk dijaga untuk menjadikan Polri sebagai organisasi negara yang sederhana dan kehidupan seluruh anggota Polri dan keluarga juga tampil seadanya dan memberikan keteladanan di tengah masyarakat," kata pakar hukum Kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.
Baca juga: Lemkapi: Kasus AKBP Brotoseno wewenang Sidang Komisi Kode Etik Polri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel