Lengan Bionik Cetak 3D Buatan Pelajar dengan Harga Terjangkau

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dengan kemajuan teknologi 3D printer saat ini, pengembangan lengan buatan atau lengan bionik yang ada sekarang membuka potensi tak terbatas bagi jutaan pengguna yang membutuhkan.

Bila sebelumnya butuh berminggu-minggu, atau terkadang berbulan-bulan lamanya untuk mendapatkan prostesis tradisional, kini rentang waktu itu dapat dipersingkat.

Dengan printer 3D, di sisi lain, akan memungkinkan untuk memiliki prostesis dengan harga lebih terjangkau, dan semua orang dapat merancang dan mencetaknya sendiri.

Hal ini tentunya akan sangat membantu bagi mereka yang kehilangan anggota tubuh, atau untuk anak-anak yang tumbuh dan bergerak dan bagi seseorang yang membutuhkan penggantian secara rutin.

Hal semacam ini jugalah yang mendorong Boris Nocheski (17), Anamaria Ilieva (17), Teo Kitanovski (16), dan Orhan Bahashov (17) untuk menciptakan solusi lebih terjangkau bagi penyandang disabilitas.

Menggunakan teknologi cetak 3D, keempat pelajar ini menciptakan lengan bionik yang 30 kali lebih murah dari harga prostetik saat ini.

Tak hanya itu, lengan bionik yang bernama VenusArm ini bisa "tumbuh" bersamaan dengan beranjaknya umur anak-anak, sebagaimana dikutip dari Generation Unlimited, Minggu (11/4/2021).

"Saat ini, lengan bionik di pasaran dibanderol dengan harga yang tinggi--dan hanya dapat dibeli di beberapa negara maju. Karena tubuh terus berkembang, maka prostetik pun jadi sering diganti," kata Boris selaku salah satu pendiri eBionics.

Untuk menekan harga, Boris dan timnya tidak memungut biaya untuk pengiriman atau tenaga kerja, atau membayar keuntungan kepada pemasok.

Siapa saja yang memiliki akses ke printer 3D dapat mencetak sendiri lengan bionik hanya dalam satu jam, menggunakan petunjuk yang tersedia di situs web eBionics.

Boris dan timnya juga memberikan opsi untuk membeli bagian individu dari penjual pihak ketiga untuk merakit sendiri.

“Kami ingin memastikan, orang-orang bisa mendapatkan lengan bionik yang berfungsi, harga terjangkau, dan tersedia untuk semua orang, dari mana pun Anda berasal.”

Boris menjelaskan, lengan bionik VenusArm ini akan menangkap sinyal dari pengguna di sekitar otot (biasanya di bawah siku) yang digunakan untuk menggerakkan tangan biologis.

Sensor dirancang khusus mengambil sinyal listrik, dan menggunakannya untuk membuat gerakan tangan relatif terhadap sinyal listrik.

(Ysl/Isk)