Lengkap, Adegan Reka Ulang Ferdy Sambo Cs Bunuh Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat telah tuntas dilaksanakan. Brigadir J tewas setelah ditembak karena dituduh melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, pada 8 Juli lalu.

Lima tersangka mengikuti rekonstruksi ini, yakni: Ferdy Sambo sekaligus otak pembunuhan, istri Sambo Putri Candrawathi, Bharada E atau Ricard Eliezer Pudihang Lumiu dan Bripka RR atau Ricky Rizal (dua ajudan Ferdy Sambo), serta Kuat Ma'ruf (sopir pribadi).

Reka ulang adegan dilangsungkan di dua tempat kejadian perkara (TKP) dan satu TKP di sebuah aula menggantikan peristiwa di Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 16 Adegan menggambarkan kejadian saat di Magelang, 35 adegan saat di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling, dan 27 adegan di rumah dinas di Duren Tiga.

Berlangsung 7,5 Jam

Dimulai pukul 10.00 WIB selesai pukul 17.30 WIB. Lebih kurang 7,5 jam. Total ada 74 adegan diperagakan lima tersangka. Sejak keberadaan lima tersangka di Magelang, hingga akhirnya berada di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga. Tempat Brigadir J dieksekusi.

Berikut 74 adegan sepanjang 7,5 jam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J:

Adegan 10:

Tampak Bripka RR dan Kuat bertemu di rumah Magelang. Kemudian keduanya berbincang

Adegan 11:

Istri Sambo, Putri Candrawathi, diadegankan sedang terbaring di sebuah tempat tidur di sebuah kamar lantai dua rumah di Magelang.

Adegan 12:
Bripka RR menghampiri Putri. Keduanya sempat terlibat perbincangan.

Adegan 13:
Brigadir J, Bharada E, Bripka RR dan Kuat tidur bersama-sama di sebuah ruangan.

Adegan 14:
Putri tampak di atas tempat tidurnya sedang menelepon.

Adegan 15:
Bripka RR memegang senjata api larang panjang berjalan dengan Bharada E.

Adegan 16:
Bripka RR serahkan senjata api laras panjang Bharada E. Lalu mereka meletakkan senjata mobil.

Adegan 16A:
Bharada E masuk ke mobil. Dia duduk di samping pengemudi.

Adegan 16B:
Kuat, Bharada E, Putri serta saksi berada di dalam mobil. Bersiap-siap menuju Jakarta dari Magelang.

Adegan 17: (di rumah pribadi Ferdy Sambo)
Ferdy Sambo duduk di ruang kerja di rumah Saguling.

Adegan 18:
Mobil yang dikendarai Bharada E, Kuat mendampingi dan Putri tiba di rumah pribadi Saguling. Putri turun dari mobil. Putri masuk ke rumah.

Adegan 19
Bharada E dan sejumlah ajudan berjaga di depan rumah.

Adegan 20
Mobil kedua datang. Mobil itu membawa korban Brigadir J bersama Bripka RR. Brigadir J berada di garasi rumah, masuk ke rumah membawa barang-barang.

Adegan 21
Tersangka Putri duduk sambil memegang handphone.

Adegan 22
Kuat dan Bripka RR berada di lantai 3. Kuat beserta Bharada E memegang senjata api. Ada Putri bersama mereka.

Adegan 23
Kuat dan Bharada E membawa senjata laras panjang masuk ke ruangan.

Adegan 24
Bharada E, Kuat, Putri dan Ferdy Sambo masuk ke ruangan. Ferdy bersama Putri duduk satu sofa dan berdiskusi. Pertemuan pertama Ferdy Sambo dan Putri. Ferdy Sambo membisiki Putri. Pembicaraan diduga merancang pembunuhan Brigadir J.

Adegan 25
Ferdy Sambo memegang HT. Dia memanggil para ajudan.

Adegan 26
Putri kemudian berdiri pergi. Bripka RR masuk ke ruangan. Brigadir RR menunduk memberikan hormat dan duduk di depan Ferdy Sambo.

Adegan 27
Bripka RR diskusi bersama Ferdy Sambo

Adegan 28 dan 29
Bripka RR keluar dari ruangan dan turun menggunakan lift.

Adegan 30
Bripka RR dan Bharada E di luar rumah berbincang. Di belakang mereka ada Kuat Ma’ruf. Tidak jauh dari situ juga ada Brigadir J, Saksi Romer, Saksi Prayogi. Terlihat ada senjata di saku celana Bharada E.

Adegan 31
Bharada E masuk ke dalam rumah. Naik ke lantai tiga. Ferdy Sambo sudah menunggu depan lift.

Adegan 32
Bharada E kemudian diganti pengganti. Pengganti menghadap ke Sambo dan mereka bersama-sama ke ruangan yang tadi waktu Sambo memakai HT.

Adegan 37
Di ruangan itu Putri duduk, Ferdy Sambo berdiri. Para tersangka lainnya juga hadir.

Adegan 37D
Bharada E turun, ke parkiran. Bharada E membawa senjata di saku celananya.

Adegan 38
Bharada E masuk ke mobil dan buka dashboard.

Adegan 38 B: Bharada E ambil senjata api di dalam tas.

Adegan 38C: Dia bawa senjata api ke seberang rumah. Di sana ada Bripka RR sedang tiduran dan Kuat duduk. Dia memperlihatkan senjata api dalam tas itu ke yang lain.

Adegan 39
Bharada E masuk kembali ke rumah, Bharada E menunggu di depan ruangan lantai 3. Di dalam ruangan ada Ferdy Sambo. Tapi Bharada E tidak masuk.

Adegan 40
Adegan selanjutnya Ferdy Sambo dan Putri masuk ke ruangan, seperti kamar pribadi.

Adegan 42

Putri, Bripka RR, Bharada E siap masuk mobil menuju rumah dinas Ferdy Sambo.

Adegan 43
Bripka RR masuk mobil, ada Putri di dalamnya.

Adegan 44
Putri dan Bripka RR berada depan mobil.

Adegan 44B
Putri masuk mobil, Bripka RR taruh barang-barang Putri di bagasi mobil.

Adegan 44C
Bripka RR masuk kursi pengemudi, Bharada E masuk mobil duduk sebelah Putri.

Adegan 45
Posisi dalam mobil: RR sopir, Putri di belakang Bripka RR, Bharada E sebelah Putri. Brigadir J ikut di dalam mobil.

Adegan 46:
Rombongan menuju rumah dinas Ferdy Sambo.

Adegan 47

Rombongan tiba di rumah dinas di Duren Tiga.

Adegan 48

Kuat Ma'ruf dan Putri keluar dari dalam mobil. Bharada E juga keluar dr mobil.

Adegan 49

Bripka RR dan Kuat masuk rumah, kemudian Putri memasuki rumah disusul Bharada E.

Adegan 50

Putri dan Kuat memperagakan rekonstruksi di dekat garasi rumah dinas. Bharada E di belakang Putri dan Kuat.

Adegan 54:
Tampak mobil Innova hitam B 1434 RFP tiba, Ferdy Sambo turun dari mobil.

Adegan 54A:
Ferdy Sambo pakai sarung tangan hitam di tangan kirinya saat turun dari mobil. Kemudian pistolnya jatuh dan diambil.

Adegan 55:
Ferdy Sambo masuk rumah dinas. Kemudian dia sempat duduk menunggu di ruang tengah. Beberapa saat kemudian Bharada E muncul dari tangga.

Adegan 59:
Bharada E di ruang tengah memegang senjata.

Adegan 61A:
Kuat, Bripka RR dan Brigadir J di pekarangan rumah dinas. Bripka RR berjalan di halaman rumah. Dia menghampiri Brigadir J. KM menunggu di dekat garasi

Adegan 61B:
Bripka RR kemudian menyapa Brigadir J dan berbincang sesaat. Kemudian Brigadir J mengikuti Bripka R ke arah garasi. Masih terlihat Kuat di sana.

Adegan 62B:
Brigadir J memasuki rumah, disaksikan Kuat dan Bripka RR.

Adegan 63D:
Brigadir J kemudian berada di ruangan tengah. Di sana sudah ada Bharada E. Karena rekaman proses reka ulang yang disiarkan TV Polri, beberapa reka adegan tidak terekam rinci.

Tiba-tiba, terekam Brigadir J setengah menunduk memohon di hadapan Bharada E yang kemudian mengeluarkan pistol dari pinggang kanannya.

Senjata itu diarahkan ke Brigadir J.

Adegan 63 A:
Brigadir J berhadapan dengan Ferdy Sambo, di kantong Brigadir J ada senjata api. Di samping kiri Ferdy Sambo ada Bharada E. Bharada E menodongkan pistol. Brigadir J mundur, Bharada E dan Ferdy Sambo maju. Pistol Bharada E menembak dari jarak dekat.

Adegan 63 E: Brigadir J telah jatuh sebelah tangga. Bharada E masih menodongkan pistol.

Ferdy Sambo terlihat mencari sesuatu dari tubuh Brigadir J yang sudah terkapar, seperti hendak mengambil senjata.

Ferdy Sambo menembakkan senjata milik Brigadir J ke arah dinding tangga menuju lantai 2.

Ferdy Sambo meletakkan senjata di samping kiri tubuh Brigadir J yang sudah posisi telungkup diduga sudah meninggal dunia.

Pada adegan ini sempat dilakukan pengulangan. Pertama, Bharada E memerankan langsung sementara Ferdy Sambo diperankan peran pengganti. Kedua, Ferdy Sambo memerankan sendiri sedangkan Bharada E diperankan peran pengganti.

Ferdy Sambo dan Brigadir J, yang diperagakan pemeran pengganti, saling berhadapan. Sementara Bharada E, yang juga diperagakan pemeran pengganti berada di samping kiri Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo kemudian nampak mengarahkan Bharada E menodongkan senjata kepada Brigadir J. Langkah kaki Brigadir J sempat mundur. Namun siaran langsung itu sempat terputus.

Pada reka ulang selanjutnya, Brigadir J terlihat sudah tersungkur di lantai bawah tangga. Ferdy Sambo kemudian menghampiri Brigadir J dan mengambil senjata dari kantong celana Brigadir J.

Ferdy Sambo lalu menembakkan pistol ke arah dinding lantai dua. Dia kemudian mengembalikan senjata ke dekat tubuh Brigadir J di anak tangga paling bawah.

Ferdy Sambo kemudian tampak meninggalkan almarhum.

Di akhir rekonstruksi, tampak Ferdy Sambo dan istrinya Putri meninggalkan rumah dinas. Kemudian Putri tampak lebih dulu meninggalkan rumah dinas menumpang mobil yang dikemudikan Bripka RR.

Setelah mengantar Putri, Bripka RR kembali ke rumah dinas lagi. [yan]