Lensa kacamata ini dilengkapi teknologi untuk tahan laju mata minus

Di antara beberapa terapi pada pasien anak miopia atau rabun jauh saat ini, lensa kacamata yang dapat menghambat pertumbuhan mata minus merupakan salah satunya.

HOYA Indonesia Lens Expert Marco Djukin, Amd. RO mengatakan lensa ini dilengkapi teknologi Defocus Incorporated Multiple Segments (D.I.M.S) yang dikembangkan bersama The Hong Kong Polytechnic University untuk mencegah masalah penglihatan jangka panjang pada anak.

Baca juga: Dokter: Konsumsi wortel tak bisa sembuhkan mata minus

"Lensa dapat menahan laju pertumbuhan myopia rata-rata 60 persen," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Hasil studi tindak lanjut yang dilakukan Centre for Myopia Research dalam British Journal of Ophthalmology pada Maret 2021, menunjukkan laju perlambatan perkembangan miopia dari waktu ke waktu dapat dikontrol pada kelompok anak yang menggunakan lensa dengan Teknologi D.I.M.S. pada lensa MiYOSMART.

Lensa ini dikatakan dapat mengoreksi rabun jauh pada seluruh permukaan serta dilengkapi area segmentasi defokus/D.I.M.S. guna menahan pertumbuhan miopia pada anak, yang disusun dengan pola menyerupai sarang lebah.

Miopia merupakan kondisi penglihatan jauh menjadi kabur atau dikenal sebagai mata minus, akibat memanjangnya bola mata atau kornea mata terlalu lengkung. Marco mengatakan, kondisi ini umum diderita anak-anak dan dewasa.

"Anak-anak saat pandemi belajar di rumah, banyak intensitas dengan gadget, screentime meningkat ditambah aktivitas indoor membuat myopia berkembang," kata dia.

Di sisi lain, faktor genetika atau riwayat orangtua dengan miopia juga dapat menempatkan anak pada potensi terkena masalah kesehatan serupa.

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis mata dr. Zoraya A Feranthy, SpM menambahkan, deteksi dini dan pilihan terapi yang tepat dapat menahan laju pertumbuhan miopia pada anak.

"Oleh karena itu, skrining kesehatan mata anak sangatlah penting. Bagi orangtua yang anaknya memiliki gejala miopia, segera periksakan mata anak untuk memastikan diagnosa agar terdeteksi dan dirawat sejak dini,” demikian saran dia.


Baca juga: Benarkah minum jus wortel bisa turunkan mata minus?

Baca juga: Lukman Sardi ingatkan orangtua agar peka pada perubahan anak

Baca juga: Orangtua sebaiknya periksakan mata anak meski tanpa keluhan