Lenteng Agung Macet, Kombes Sambodo: Penanganan Covid Sulit

·Bacaan 1 menit

VIVA – Buntut penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali hari ketiga, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan disebut masih mengalami kemacetan hingga pukul 10.30 WIB sejak pagi.

Hal itu disebut dalam postingan akun Instagram @jakarta.terkini. Dalam postingannya, akun tersebut menyertakan video antrean roda dua dan empat masih mengular di jalan penghubung antara kawasan Depok dan Jakarta itu. Video sendiri sudah ditonton lebih dari 20 ribu kali.

"Via : @depokterkini Ruas jalan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan macet parah akibat penyekatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat, Senin/5/7/2021," bunyi postingan tersebut seperti dikutip, Senin 5 Juli 2021.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengingatkan kembali pada masyarakat yang tidak bekerja di sektor esensial dan kritikal lalu juga tidak punya kepentingan mendesak diminta teta di kediaman masing-masing. Hal itu agar Ibu Kota di masa PPKM Darurat bisa betul-betul sepi dan tenang sehingga mobilitas turun dan berdampak pada turunnya angka positif COVID-19.

"Virus ini inangnya adalah manusia. Jadi, kalau manusianya masih bermobilitas, masih begerak tentu virus ini akan terus bergerak dan itu akan mempersulit dalam penanganan COVID-19," kata Sambodo.

Lebih lanjut dia menegaskan, berapa ribu petugas PPKM Darurat di lapangan tidak akam berarti apabila tidak ada kesadaran dari masyarakatnya untuk tetap di rumah saja selama masa PPKM Darurat.

"PPKM Darurat ini dijadwalkan sampai tanggal 20 dengan target angka COVID-19 harian bisa turun diangka 10 ribu perhari. Kalau sekarang masih diangka 27 ribu, 28 ribu, target itu bisa tercapai kalau masyarakat disiplin tidak keluar rumah. Sehingga, kalau semakin masyarakat disiplin maka semakin cepat kita menyelesaikan PPKM Darurat ini," kata Sambodo lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel