Leonardo DiCaprio Donasi Rp623 Miliar untuk Konservasi Kepulauan Galapagos

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Leonardo DiCaprio, baru-baru ini, mengumumkan donasi sebesar 43 juta dolar Amerika Serikat (AS) (Rp623 miliar) untuk mendukung pembangunan Galapagos. Ini membuat kepulauan di Ekuador itu kembali jadi berita utama saat sepi turis selama pandemi.

Tapi, mengutip SCMP, Selasa (29/6/2021), keputusan itu justru menimbulkan pertanyaan, apakah dana tersebut lebih baik dihabiskan di tempat lain? Dalam kasus ini, "wilayah konservasi kurang maju." Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata ke Kepulauan Galapagos telah berubah, dengan kapal pesiar jadi semakin kecil dan mewah.

Peluang kunjungan berbasis darat juga meningkat, dengan akomodasi murah di beberapa pemukiman di pulau yang digunakan sebagai basis perjalanan sehari melalui laut. Namun, hanya lima persen dari wilayah pulau yang terbuka untuk pengunjung.

Pembatasan yang masuk akal bermaksud melindungi spesies pulau. Kapal pesiar besar dijauhkan dan jumlah tempat berlabuh di semua kapal kecil yang beroperasi di perairan Galapagos tidak boleh bertambah. Artinya, kapal baru harus menunggu pensiunnya kapal lama.

Jumlah orang yang mendarat di lokasi mana pun pada satu waktu dikelola secara hati-hati, dan slot waktu harus dipesan. Tekanannya juga soal mengurangi dampak lingkungan di setiap kesempatan.

Pembakaran bahan bakar, cat lambung kapal, pembuangan limbah, plastik, daur ulang, penggunaan kembali, biosekuriti, dan banyak lagi telah dipertimbangkan dengan cermat. Program konservasi ilmiah berlimpah, dan aturan mengenai jarak yang harus dijaga dari satwa liar ditegakkan secara ketat oleh pemandu Ecoventura.

Dampak Pandemi

Seekor kura-kura raksasa Galapagos di Taman Nasional Galapagos, Ekuador, 12 September 2017. Kura-kura Galapagos makan rumput, dedaunan, kaktus dan buah tapi bisa bertahan hidup sampai setahun tanpa makanan dan air. (HO / GALAPAGOS NATIONAL PARK / AFP)
Seekor kura-kura raksasa Galapagos di Taman Nasional Galapagos, Ekuador, 12 September 2017. Kura-kura Galapagos makan rumput, dedaunan, kaktus dan buah tapi bisa bertahan hidup sampai setahun tanpa makanan dan air. (HO / GALAPAGOS NATIONAL PARK / AFP)

Singkatnya, Galapagos, terlepas dari sejarah perusakan lingkungan oleh pemburu paus dan bajak laut, sekarang mungkin jadi model untuk diikuti dalam membuat jaring pariwisata dan konservasi. Tapi, semua pariwisata ke Galapagos ditutup sepenuhnya di awal pandemi.

Setelah dibuka kembali pada Juli tahun lalu, angka kunjungan bulanan yang biasanya 23 ribu pengunjung turun jadi hanya enam ribu. Para ilmuwan dari seluruh dunia telah dipulangkan atau harus menangguhkan proyek penelitian karena perpindahan dari satu pulau ke pulau lain dilarang.

Pariwisata menyumbang sebagian besar ekonomi, dan pendanaan ilmiah telah menyusut dengan hilangnya pendapatan dari biaya, serta izin. Berkaca dari itu, donasi bintang film Catch Me If You Can tersebut, sesuai janji Re:wild, sebuah organisasi yang ia dirikan, tepat waktu.

Tujuan Donasi

Formasi batu Galapagos yang dikenal dengan Darwin's Arch hancur. (AFP/Rodrigo Friscione)
Formasi batu Galapagos yang dikenal dengan Darwin's Arch hancur. (AFP/Rodrigo Friscione)

Tujuan donasinya dijelaskan, termasuk mendukung upaya pemulihan Pulau Floreana, pulau terbesar keenam, tapi hanya berpenduduk 140 orang. Namun demikian, 13 spesies asli perlu diperkenalkan kembali dari pulau lain, dan 54 lainnya terancam, terutama oleh kucing, tikus, dan tikus non-asli.

Spesies yang terancam tidak terkecuali burung Floreana. Memang ada aturan tentang menjaga jarak dari satwa liar Galapagos, tapi sebagian besar satwa liar tidak pernah mendapat "memo" itu.

Infografis Cara Pakai Masker Dobel yang Benar

Infografis Cara Pakai Masker Dobel yang Benar (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Pakai Masker Dobel yang Benar (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel