Lestari Moerdijat: Butuh kolaborasi percepatan penanggulangan stunting

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan butuh upaya bersama atau kolaborasi dalam rangka penanggulangan stunting untuk mewujudkan generasi unggul menyambut Indonesia Emas pada 2045.

"Peningkatan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing membutuhkan dukungan dari sektor kesehatan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Saat ini, kata Lestari, sebenarnya Indonesia berada pada situasi darurat gizi dengan angka stunting yang cukup tinggi. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, butuh upaya bersama guna menciptakan masyarakat yang baik secara jasmani dan rohani.

Upaya meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing merupakan salah satu prioritas nasional untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Percepatan pencegahan stunting yang konvergen baik pada perencanaan, pelaksanaan termasuk pemantauan dan evaluasi di berbagai tingkat pemerintahan hingga desa, menurut dia, harus bisa segera direalisasikan.

Selain itu, upaya untuk mendorong pemenuhan gizi masyarakat merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan ekonomi lewat perhatian terhadap pola konsumsi makanan sehat bagi para tenaga kerja.

Berdasarkan riset kesehatan dasar pada tahun 2018 prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa Indonesia meningkat hampir dua kali lipat. Dari 19,1 persen pada tahun 2007, naik menjadi 35,4 persen pada tahun 2018.

Oleh karena itu, mencegah stunting dan obesitas harus menjadi tugas bersama dalam upaya peningkatan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing guna mewujudkan generasi unggul pada Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Ni Made Diah Permata Laksmi mengakui kondisi gizi balita di Indonesia masih menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan.

Hal itu disebabkan sejumlah faktor asupan gizi, kualitas, dan keanekaragaman pangan yang belum memadai hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, kata dia, di tingkat masyarakat juga terjadi ancaman obesitas karena pola makan tidak diimbangi aktivitas fisik yang memadai lewat perubahan gaya hidup.

"Konsumsi yang tidak memenuhi gizi seimbang menciptakan risiko mudah terkena penyakit," ujar dia.

Baca juga: Pemkab Garut beri asupan gizi selama 90 hari untuk anak stunting
Baca juga: Pentingnya asupan buah yang ideal untuk daya tahan tubuh