Letjen TNI Doni dan Pangdam Jaya Siap Antisipasi Lonjakan COVID-19

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo hari ini mengunjungi Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kedatangan mantan Danjen Kopassus di RS Wisma Atlet Kemayoran itu disambut langsung oleh Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan sejumlah Pejabat Utama Kodam Jaya lainnya.

Dalam kunjungannya, Jenderal Bintang Tiga TNI Angkatan Darat itu menggelar rapat tertutup bersama Pangdam Jaya selaku Pangkogasgabpad COVID-19, Ketua Tim Mitigasi PB IDI, serta Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca-libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Letjen Doni menjelaskan, jika berkaca dari tahun sebelumnya, angka kasus COVID-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan pasca-libur lebaran. Meski secara resmi pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik bagi para warga yang hendak melakukan perjalanan ke kampung halaman, akan tetapi masih ada sebagian masyarakat yang nekad melakukan hal tersebut.

Hasil pemeriksaan Satgas Penanggulangan COVID-19, lanjut Letjen Doni, dalam dua hari terakhir telah terjadi kenaikan jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet. Pada tiga hari yang lalu posisi tempat tidur di rumah sakit hanya terisi 15,2 persen dan hari ini sudah bertambah menjadi 17,15 persen.

"Angka ini memang masih sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah pasien COVID-19 yang ada di Rumah Sakit pada September lalu juga pada periode Januari dan Februari tahun ini yang pernah mencapai sekitar 90 persen," kata Letjen TNI Doni Monardo, Kamis, 20 Mei 2021.

Dia pun mengingatkan, trend kenaikan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit akan bertambah setiap akhir libur lebaran. Ketika pasien di rumah sakit bertambah, lanjut Doni, maka akan diikuti dengan angka kematian yang cukup tinggi. Hal ini akan berdampak kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Dokter yang merawatnya.

Letjen TNI Doni menegaskan, perlu kerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat dengan berbagai cara, salah satunya dengan yang dilakukan adalah mematuhi protokol kesehatan dan melakukan karantina mandiri selama 5x24 jam bagi mereka yang melakukan perjalanan.

"Kita semua harus bekerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat untuk antisipasi lonjakan kasus tersebut. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan melakukan karantina mandiri usai melakukan perjalanan," ujarnya.

Selain itu, Letjen TNI Doni juga mengimbau untuk para perangkat pemerintah setempat apabila terdapat lebih dari lima rumah dalam satu Rukun Tetangga (RT) ditemukan kasus positif COVID-19, maka posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM) di tingkat Kelurahan harus berinisiatif untuk melakukan micro lockdown.

"Strategi lainnya adalah apabila terdapat 5 rumah dalam 1 RT positif COVID, maka Posko PPKM mikro di tingkat kelurahan berinisiatif melakukan mikro lockdown," kata Doni.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca-libur lebaran sejak beberapa hari lalu pihaknya bersama Polda Metro Jaya sudah melakukan tracking.

"Terhadap yang negatif dipersilahkan melanjutkan perjalanan, namun bagi yang terpapar reaktif langsung dibawa ke RSDC, bagi yang libur lebaran atau cuti wajb tes antigen, yang mudik harus tes swab. Saat ini sudah terjaring sekitar 175 orang, kemudian ditempatkan di Tower 4 dan 5 Wisma Atlit, sebagai antisipasi telah disiapkan Tower 8, 9, dan 10 Wisma Pademangan," kata Pangdam Jaya.

Pangdam pun berharap kesadaran masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan melaksanakan 3 M. "Sekali lagi kami imbau kepada masyarakat yang mudik untuk tes antigen, yang tidak mudik untuk tetap menjalankan protokol kesehatan," tutup Pangdam Jaya.

Baca: Jelang Operasi ke Papua, TNI AD Ganti Komandan Pasukan Setan Yonif 315

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel