Letjen TNI Herman Asaribab Mutiara Papua yang Hilang

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kabar wafatnya Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Herman Asaribab kemarin tidak hanya membawa kesedihan bagi Korps TNI Angkatan Darat saja, kabar duka itu sontak menyelimuti masyarakat Papua.

Bagaimana tidak, Letjen TNI Herman Asaribab dikenal sebagai salah satu Perwira Tinggi Militer Angkatan Darat putra daerah Papua yang telah memiliki puncak karir di dunia militer dengan pangkat Tiga Bintang Emas.

Pria kelahiran Jayapura 56 tahun silam itu merupakan salah satu putra daerah kebanggaan masyarakat Papua. Sampai-sampai, Gubernur Papua Lukas Enembe pernah mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua akan membiayai pria lulusan Akademi Militer tahun 1988 itu agar menempuh pendidikan militer di Amerika Serikat tempat Presiden keenam Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono menempuh pendidikan militernya.

Dalam karir militernya, kepemimpinan Letjen TNI Herman Asaribab dalam menakhodai satuan tempur TNI AD tidak perlu diragukan lagi. Sepanjang hidupnya, ayah yang memiliki tiga anak itu tercatat pernah menduduki sejumlah posisi penting di satuan TNI Angkatan Darat.

Pada tahun 2010-2011, Letjen TNI Herman Asaribab pernah menjabat sebagai Komandan Brigif 20/Ima Jaya Keramo, kemudian pada tahun 2013-2014 dia didapuk untuk memegang tongkat komando Korem 172/praja Wirajakti, Papua.

Kemudian di tahun 2015, dia dipercaya untuk menduduki posisi Wadan Pussenif Kodiklat TNI AD dan Wadan Seskoad. Setelah menjabat Wadan Seskoad di tahun yang sama, LetJen TNI Herman kembali bertugas di tanah kelahirannya dengan menduduki jabatan Kasdam XVII/Cenderawasih hingga tahun 2017.

Dua tahun menjabat Kasdam XVII/Cenderawasih, Letjen Herman diminta kembali ke Jakarta untuk menjabat posisi Pa Sahli Tk.III Bid.Banusia Panglima TNI pada tahun 2017-2018 silam.

Kemudian di tahun 2018, Letjen Herman dipercaya untuk mendampingi Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Staf Khusus Kasad.

Lalu, di tahun 2019 Letjen TNI Herman Asaribab kembali ditugaskan untuk menjadi Panglima Kodam XII/Tanjungpura. Beberapa bulan menjabat Pangdam Tanjungpura, dia diminta kembali ke tanah kelahirannya untuk menduduki posisi Pangdam XVII/Cenderawasih hingga tahun 2020. Hingga terakhir, Letjen TNI Herman Asaribab beberapa bulan lalu diminta kembali ke Jakarta untuk mendampingi Kasad sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) menggantikan Letjen TNI Mochammad Fachrudin.

Namun sayang, belum lama dipercaya sebagai orang nomor dua di Korps TNI Angkatan Darat, Letjen TNI Herman Asaribab telah berpulang Kehadirat Tuhan YME. Dia tutup usia pada hari Senin, 14 Desember 2020 kemarin setelah mendapatkan perawatan karena sakit yang dideritanya di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 13.40 WIB.

Rasa kehilangan atas kepergian Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab sangat dirasakan oleh seluruh keluarga, sahabat, kolega, hingga masyarakat Papua yang ditinggalkan. Keluarga besar VIVA Militer pun merasakan duka mendalam atas kepergian Mutiara Papua tersebut. Selamat jalan Letjen TNI Herman Asaribab.

Baca juga: Jenazah Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab Tiba di Papua