Letjen TNI Yunus: Prabowo Itu Hebat, Jangan Diragukan Lagi!

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kalimat di atas terlontar dari seorang purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Letjen TNI (Purn.) Yunus Yosfiah. Yunus yang juga anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sangat mengetahui bagaimana sepak terjang seorang Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Dirangkum VIVA Militer dari berbagai sumber, saat berpangkat Kolonel, Yunus pernah bertugas di satuan teritorial Komando Daerah Militer (Kodam) XVI/Udayana, yang kini menjadi Kodam IX/Udayana.

Yunus diketahui pernah menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVI/Udayana dan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 164/Wiradharma Timor-Timur.

Saat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), sekarang TNI, menggelar Operasi Seroja di Timor-Timur, Yunus adalah salah satu Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Darat yang ikut turun dalam pertempuran.

Saat itu, Yunus juga memimpin pasukannya berperang melawan anggota Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin).

Saat itu pula, Yunus mengetahui sosok Prabowo yang dikemudian hari menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, dan bahkan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Singkat cerita, Yunus mengaku sempat berada dalam posisi berbahaya lantaran dikepung pasukan Fretilin. Tak sendirian, saat itu satuan yang dipimpinnya bersama dengan pasukan Prabowo. Saat itu pula, Prabowo dengan cerdik berhasil membawa pasukannya dan pasukan Yunus keluar dari kepungan anggota Fretilin.

Setelah kejadian itu, Yunus yang merupakan jebolan Akademi Militer (Akmil) 1965 sangat menghormati keberanian dan kehebatan Prabowo.

"Saya dua kali terkepung bersama-sama dan hanya dua satuan yaitu saya dan Prabowo. Saya tahu betul karena saya komandannya saat itu. Adik-adik ini saya tahu di daerah operasi. Prabowo itu brilian, hebat, jangan diragukan lagi," ucap Yunus.

Selain itu, Yunus juga menegaskan bahwa sosok Prabowo bukanlah pribadi yang suka kekerasan atau gila perang. Menurut Yunus, Prabowo yang notabene adalah abituren Akmil 1974 dipercaya turun ke daerah operasi militer karena kepercayaan atasan kepadanya.

"Saya ingin meluruskan, tentara itu kalau tugas ke daerah penugasan bukan karena doyan. Tetapi semata-mata karena kepercayaan negara kepada dia," kata Yunus.

Perlu diketahui, semasa aktif berdinas Yunus pernah menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya, Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) ABRI, hingga Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI.