Leukosit adalah Sel Darah Putih Penangkal Penyakit dan Infeksi, Begini Prosesnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengenal leukosit adalah sel darah putih. Fungsi utama dari leukosit adalah membantu melindungi tubuh manusia dari berbagai macam penyakit dan infeksi berbahaya. Sel darah putih atau leukosit adalah bagian dari sel pembentuk komponen darah juga.

Ciri khas dari leukosit mengutip dari britannica.com, memiliki nukleus, mampu bergerak, dan mempertahankan tubuh terhadap infeksi dan penyakit dengan menelan benda asing dan puing-puing dengan menghancurkan agen infeksi dan sel kanker, atau dengan memroduksi antibodi.

Leukosit adalah memiliki kelangsungan hidup yang bergantung produksi energi yang terjadi. Tak hanya mengandung nukleus, tetapi leukosit adalah mampu pula menghasilkan ribonukleat (RNA) yang dapat mensintesis protein.

“Manusia dewasa yang sehat memiliki antara 4.500 dan 11.000 sel darah putih per milimeter kubik darah,” melansir britannica.com

Pada orang dewasa, dijelaskan sumsum tulang dapat menghasilkan 60 hingga 70 persen sel darah putih granulosit. Jaringan limfatik, terutama timus, limpa, dan kelenjar getah bening, dapat menghasilkan limfosit (terdiri dari 20 hingga 30 persen sel darah putih). Pada retikuloendotelial menghasilkan 4 sampai 8 persen.

Berikut Liputan6.com ulas lebih dalam tentang leukosit atau sel darah putih dari berbagai sumber, Senin (18/10/2021).

Proses Leukosit Memerangi Penyakit

Ilustrasi Sel Darah Putih / Sumber: Pixabay
Ilustrasi Sel Darah Putih / Sumber: Pixabay

Pengamatan terhadap proses fagositosis respon imun manusia, saat leukosit menelan organisme atau partikel mikroskopis yang menyerang tubuh sudah dilakukan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Hal ini ungkap oleh britannica.com, ada monosit yang merupakan antara 4 dan 8 persen dari jumlah total sel darah putih dalam darah, berpindah dari darah ke tempat infeksi, di mana mereka berdiferensiasi lebih lanjut menjadi makrofag.

Sel-sel ini adalah memiliki peran melakukan memfagositosis atau membunuh mikroorganisme. Maka tak heran bila sel darah putih efektif dalam penghancuran langsung patogen dan pembersihan puing-puing dari tempat infeksi.

Neutrofil dan makrofag adalah sel fagosit paling utama yang dimiliki tubuh. Meski demikian makrofag lebih besar dan memiliki umur lebih lama daripada neutrofil.

“Beberapa makrofag penting sebagai sel penyaji antigen, sel yang memfagositosis dan mendegradasi mikroba dan menyajikan bagian dari organisme ini ke limfosit T, sehingga mengaktifkan respon imun spesifik yang didapat,” dijelaskan.

Jenis-Jenis Leukosit

Ilustrasi Sel Darah Putih / Sumber: Pixabay
Ilustrasi Sel Darah Putih / Sumber: Pixabay

1. Sel Darah Putih Basofil

Jenis leukosit pertama adalah basofil. Basofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel basofil ini berperan penting dalam menghasilkan reaksi peradangan untuk melawan infeksi.

Jenis sel darah ini diproduksi di sumsum tulang dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan kuman penyebab infeksi, menyembuhkan luka, serta menghancurkan zat atau racun yang berpotensi membahayakan tubuh.

Basofil adalah sel darah putih yang jumlahnya hanya sekitar 1 persen. Basofil berfungsi untuk meningkatkan respons imun non-spesifik terhadap patogen. Basofil adalah sel yang paling dikenal karena perannya memunculkan asma.

Ketika dirangsang dengan adanya pemicu asma, seperti debu, sel basofil akan melepaskan histamin. Basofil inilah yang dapat menyebabkan peradangan dan bronkokonstriksi di saluran pernapasan Anda.

2. Sel Darah Putih Eosinofil

Jenis leukosit selanjutnya adalah eosinofil. Eosinofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang memiliki jumlah 7% yang ada didalm sel darah putih dan juga meningkat jika berhubungan dengan asma, alergi dan juga demam. Eosinofil mempunyai diameter sekitar 10 sampai 12 mikrometer.

Eosinofil merupakan salah satu kelompok granulosit yang mempunyai tugas untuk membunuh parasit dalam jangka waktu 8 sampai 12 hari. Eosinofil mempunyai zat kimiawi antara lain ribonuklease, histamin lipase dan masih banyak yang lainnya.

Eosnofil memiliki fungsi untuk mencegah alergi, manghancurkan antigen antibodi, penghancur parasit besar, dam berperan untuk merespon alergi.

3. Sel Darah Putih Neutrofil

Jenis leukosit lainnya adalah neutrofil. Hampir setengah dari jumlah sel darah putih dalam tubuh adalah sel neutrofil. Neutrofil adalah sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan cara menyerang bakteri atau virus.

Sebagai tameng utama, neutrofil juga akan mengirimkan sinyal yang memperingati sel-sel lain dalam sistem kekebalan tubuh untuk merespons bakteri atau virus tersebut. Neutrofil umumnya ada pada nanah yang keluar dari infeksi atau luka di tubuh Anda.

Sel darah putih ini akan keluar setelah dilepaskan dari sumsum tulang, dan bertahan di tubuh hanya sekitar 8 jam. Tubuh Anda dapat memproduksi sekitar 100 miliar sel neutrofil tiap hari.

Jenis-Jenis Leukosit Selanjutnya

Ilustrasi Sel Darah Putih / Sumber: Pixabay
Ilustrasi Sel Darah Putih / Sumber: Pixabay

4. Sel Darah Putih Limfosit

Limfosit adalah sel darah putih yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Limfosit merupakan sel darah putih terbanyak kedua sesudah neutrofil. Limfosit terbentuk di dalam sumsum tulang dan juga limfa. Limfosit terbagi menjadi dua limfosit kecil dan juga limfosit besar.

Limfosit memproduksi sekitar 1 kubik atau sekitar 8000 sel di dalam darah putih. Jika peningkatan limfosit terjadi dapat menyebabkan kanker darah atau yang sering disebut leukimia. Lemfosit dibagi menjadi 6 yaitu limfosit B, sel T helper, sel T sitotoksit, sel T memori, dan juga sel T supresor.

5. Sel Darah Putih Monosit

Monosit adalah sel darah putih yang bisa dibilang sebagai truk sampah. Sel leukosit ini jumlahnya ada sekitar 5 persen dari keseluruhan sel darah putih. Fungsi truk sampah monosit ini adalah berpindah ke jaringan-jaringan dalam tubuh sembari membersihkan sel-sel mati di dalamnya.

Monosit merupakan salah satu sistem kekebalan tubuh yang tidak memiliki butiran hal pada sel atau granula. perlawanan yang dilakukan terhadap infeksi dan juga benda asing monosit dapat melakukannya dengan cara memakan lawannya meski ukurannya lebih besar dibandingkan monosit itu sendiri.

Sel darah putih monosit berfungsi untuk menghancurkan sel-sel asing, mengangkat jaringan yang sudah mati, membunuh sel kanker, pembersih dari fagositosis yang dilakukan oleh neutrophil, dan merangsang sel darh putih yang lain untuk tubuh. Sebagai penunjuk perubahan pada kesehatan penderita dengan banyak atau sedikit monosit yang ada pada tubuh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel