Level Konsumen Indonesia di Bawah Malaysia

Mohammad Arief Hidayat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E. Halim menjelaskan, pada tahun 2019, Indeks Keberdayaan Konsumen Indonesia adalah 41,70, atau baru berada pada level mampu.

Pada level itu, para konsumen di Indonesia sebenarnya sudah mengenali hak-haknya, namun masih minim untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai konsumen.

"Indeks keberdayaan konsumen Indonesia saat ini masih berada dalam level mampu, yakni di angka 41,70," kata Rizal dalam telekonferensi, Senin, 2 November 2020.

"Level kita itu, kalau kita bandingkan dengan Malaysia yang berada di angka 60, maka mungkin kita memang mempunyai banyak pekerjaan besar," ujarnya.

Rizal menjelaskan, apabila ditelusuri lebih jauh mengenai indeks keberdayaan konsumen ini, maka akan ditemukan adanya dua dimensi yang memang terbilang relatif rendah dari segi penilaiannya.

Pertama, mengenai pengetahuan terhadap regulasi dan peraturan, dan yang kedua adalah terkait bagaimana perilaku konsumen ketika melakukan komplain.

"Jadi pemahaman konsumen di Indonesia terhadap regulasi ini memang masih rendah, dan kita butuh melakukan edukasi dan sosialisasi secara massif," ujar Rizal.

Kemudian, perilaku komplain dari para konsumen di Tanah Air yang relatif cenderung masih hanya menerima, juga harus diubah agar bisa menjadi tipe konsumen yang kritis dalam membela hak-haknya.

Karenanya, guna mendorong kritisisme para konsumen di Tanah Air, Rizal mengaku bahwa BPKN juga terus berupaya untuk terus melakukan edukasi, sosialisasi, dan hal-hal yang bisa menyentuh lapisan akar rumput di masyarakat. Termasuk kepada kelompok milenial.

"Yakni, misalnya, dengan melakukan lomba vlog, video blogger, dan lain sebagainya, untuk dijadikan media guna mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya bersikap kritis dalam memperjuangkan hak-hak sebagai konsumen," ujarnya. (ase)

Baca: Perlu Tahu, Begini Cara agar Brand Tetap Eksis di Era New Normal