Lewat 5 Aplikasi Ini, Masyarakat Bisa Cari Rumah hingga Dapat Bantuan Renovasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Rumah Umum dan Komersial, Direktorat Jendral Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Fitrah Nur, terdapat 4 langkah inovasi yang dilakukan Kementrian PUPR untuk memudahkan industri properti dan masyarakat dalam mencari rumah di masa pandemi covid-19.

Untuk sisi supply ada Sibaru (Sistem Bantuan Perumahan), sistem ini merupakan aplikasi pengajuan usulan bantuan perumahan. Pengajuan usulan dapat berupa pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, dan bantuan PSU perumahan.

Adapun aplikasi ini dikelola oleh Ditjen Perumahan, untuk mempermudah penyaluran bantuan dari Pemerintah pusat yang bisa diakses Pemerintah daerah untuk menyalurkan insentif untuk pengembang.

“Sibaru sebagai kemudahan untuk akses bantuan perumahan, sehingga pengembang-pegembang yang berminat untuk membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah itu bisa kita bantu dengan insentif, jadi mereka tidak perlu menganar proposal ke Kementerian PUPR,” kata Fitrah dalam Media Briefing Virtual: Satu Tahun Pandemi Rumah.com, Selasa (16/3/2021).

Kemudian, masih disisi supply ada Sireng (Sistem Registrasi Pengembang), sistem ini menampung data pengembang perubahan bersubsidi dan asosiasi pengembang perumahan. Setiap pengembang perumahan subsidi wajib terdaftar didalam Sireng.

Dari sisi demand-nya ada aplikasi SiKasep, yang mempertemukan sisi keterdiaan pasokan rumah atau hunian (supply) dari pengembang perumahan FLPP, ketersediaan bank pelaksana serta kebutuhan hunian (demand) dari masyarakat.

“Aplikasi ini memudahkan masyarakat mendaftar kredit FLPP sekaligus melihat pilihan unit rumahnya,” ujarnya.

Cara mengakses SiKasep pun cukup mudah, cukup mendownload aplikasi pada Google Play Store, lalu install. Setelah itu daftar, dan isi data diri dan menentukan pilihan rumah idaman pada menu rumah idahaman. Selanjutnya untuk pengajuan kredit bisa klik menu pilih bank KPR FLPPP-nya.

Inovasi lainnya, Kementerian PUPR juga memiliki aplikasi Sikumbang (Sistem Kumpulan Pengembang), yang merupakan media promosi bagi pengembang menampilkan listing produk perumahan yang dipasarkan.

“Sikumbang menyajikan data hunian (rumah) kepada masyarakat berupa peta hunian yang tersedia, yang sedang dibangun, dan sudah terjual yang disajikan dalam berbagai warna untuk menyatakan sudah unit yang available, terjual, maupun yang telah terhuni,” jelasnya.

Sipetruk

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/2/2021). Bank BTN menargetkan realisasi KPR mencapai lebih 200 ribu rumah pada 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/2/2021). Bank BTN menargetkan realisasi KPR mencapai lebih 200 ribu rumah pada 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Demikian inovasi lainnya ada Sipetruk (Sistem Pemantauan Kontruksi), yang digunakan dalam hal pengawasan kualitas bangunan rumah yang dibangun oleh pengembang. Kata Fitrah, cara kerja Sipetruk adalah dengan memeriksa kelayakan hunian yang dibangun oleh para pengembang.

“PPDPP bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) dengan konsep kemitraan dari Manajemen Kontruksi yang memeriksa langsung di lapangan.

Sebagai informasi, aplikasi Sipetruk ini dilengkapi dengan sistem artificial intelligence yang bekerja memvalidasi semua dokumen administrated dan persyarat teknis bangunan oleh partner LPJK.

Setelah data unit rumah tervalidasi, selanjutnya masuk ke aplikasi Sikumbang sebagai unit rumah yang siap akad kredit. Melalu aplikasi ini juga dapat terlihat peringkat dan track record dari pengembang atau developer yang bersangkutan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: