Lewat Aplikasi, Riset Saham Kini Lebih Mudah Bagi Pemula

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Memasuki tahun 2021 tidak ada salahnya untuk sahabat Fimela memperbaiki finansialmu. Jika sebelumnya belum pernah mencoba membeli saham, mungkin kini saatnya untuk mencoba.

Namun, dalam membeli saham tidak boleh asal-asalan tentunya jika ingin untung bukan buntung. Sebagai contoh keadaan yang sedang tren saat ini adalah banyak trader pemula membeli saham hanya mengikuti influencer atau feeling, bahkan top up menggunakan dana pinjaman.

Teknologi emiten.com dapat membantu meningkatkan pemikiran strategis dalam setiap pengambilan keputusan masyarakat Indonesia khususnya trader pemula maupun hingga investor/trader berpengalaman.

“Membeli saham dengan valuasi tinggi dan berharap ada orang diluar sana berminat dengan harga lebih mahal lagi sesuai timing yang anda inginkan adalah awal kesalahan di bursa saham.” Ujar Denny Huang, Founder emiten.com, Aplikasi Research & Insight Saham.

Hal yang perlu diperhatian beli jual saham

Ilustrasi Mencatat Keuangan Credit: unsplash.com/Cathryn
Ilustrasi Mencatat Keuangan Credit: unsplash.com/Cathryn

Vania, Managing Director emiten.com menyampaikan jika banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan dalam beli jual saham baik trading harian maupun untuk investasi. Misalnya faktor seperti valuasi mulai dari PBV, PER, PCFR, PSR, DER, EPS, NPM, perpajakan, sentimen induk atau afiliasi perusahaan, aksi korporasi right issue, trend bisnis satu dua tahun ke depan dan good corporate governance perusahaan.

“Kita sebagai startup research & insight akan tetap independen & fokus berikan value secara analisa maupun fitur yang terus diperbaharui, sehingga pertumbuhan user drastis pada masa promo yang hanya kurang dari 23ribu rupiah sebulan. Kebanyakan user hanya menggunakan sebagai second opinion saja.” terang Vania.

Sebagai contoh, Kebijakan green energy Biden akan menguntungkan tak hanya emiten yang berkaitan dengan mobil listrik seperti PT Aneka Tambang tbk (ANTM), melainkan kebijakan clean energy Biden lainnya seperti peningkatan penggunaan biofuel ethanol dengan berbahan dasar jagung, hal ini dapat dilihat dari kenaikan harga jagung futures terus menerus, diikuti dengan biji bijian lainnya seperti gandum, kacang kedelai dan minyak kedelai. Alhasil sektor perkebunan seperti CPO Kelapa Sawit pun sudah pasti akan terkerek.

“Rekomendasi Saham terus menerus hanya menyebabkan persepsi kaya instan di pasar modal akan terbentuk,” papar Vania.

#elevate women