Lewat Jambore, Petrokimia Gresik ajak milenial geluti pertanian

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, mengajak generasi milenial untuk menggeluti pertanian melalui pagelaran virtual gathering Jambore Petani Muda (JPM) ke-4, sebagai komitmen BUMN pupuk itu dalam mendukung pertanian masa depan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, Rabu, meyakini generasi milenial akan membawa perubahan pada sektor pertanian di masa depan.

Hal ini ditandai dengan munculnya petani-petani muda sukses yang terlibat dalam Jambore Petani Muda sebelumnya, di antaranya Juwita Juju (Pelopor Petani Buah Ciplukan), Shofyan Adi Cahya (Petani Muda dari Merbabu).

Baca juga: Mentan minta petani muda lakukan pendekatan baru pertanian modern

Kemudian Gerut Lazuardi (Penggiat Kopi Sumatera Selatan), Nur Agis Aulia (Pendiri Komunitas Banten Bangun Desa), Andro Tunggul (Petani Modern Hidroponik, Founder Fruitable Farm) dan Edy Lusi (Penggagas Kampung Buah Naga Banyuwangi).

Dwi menjelaskan pertanian adalah sektor yang menguntungkan, sebab telah terbukti menjadi sektor yang tetap tumbuh positif di tengah banyaknya sektor lain yang mengalami perlambatan pada masa pandemi.

"Semakin banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan generasi muda, tentu hal ini akan membantu memperbaiki perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Kementan catat petani muda hanya 8 persen atau 2,7 juta orang

Oleh karena itu Dwi berharap dalam momen JPM ke-4 ini generasi muda yang memiliki ketertarikan di dunia pertanian dapat bergabung untuk memperoleh benefit, baik dalam bentuk pengetahuan maupun jaringan bisnis dan dalam pengembangan usaha pertanian dari sektor hulu hingga hilir.

"Ini merupakan jaringan nasional, anggota komunitas dapat saling bertukar informasi dan pengalaman, sehingga bisa saling memperkuat konsep pengembangan pertanian, yang pada akhirnya akan memperkaya penerapan kegiatan pengembangan pertanian di masyarakat," kata Dwi.

JPM ke-4 diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan mengusung tema “Memanfaatkan Peluang Bisnis Pertanian Pasca-New Normal dengan Prinsip Sustainable Agriculture dan High Social Impact”.

Baca juga: Petrokimia gandeng Politeknik Enjiniring Pertanian bangun SDM unggul