Lewat transformasi digital, Telkom raih pendapatan Rp143 triliun

·Bacaan 2 menit

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan pendapatan konsolidasi perseroan sebesar Rp143,2 triliun atau tumbuh positif sebesar 4,9 persen dibanding pada 2020.

“Alhamdulillah langkah Telkom menjadi digital telco mulai memperlihatkan hasil yang baik, dengan pendapatan, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi), laba bersih pada akhir 2021 yang tumbuh positif," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ririek mengatakan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam melakukan transformasi digital, memperkuat kapabilitas digital serta melakukan inovasi di berbagai aspek. Kali ini strategi Five Bold Moves merupakan prioritas Telkom untuk memperkuat competitive advantages perusahaan sehingga mampu mengakselerasi terwujudnya visi menjadi digital telco terdepan kelas dunia.

"Setelah berhasil melakukan unlocking bisnis tower Mitratel, kini Telkom fokus untuk mendorong keempat strategi lainnya yang kami targetkan dapat terealisasi hingga akhir 2023," katanya.

Baca juga: Erick Thohir: Telkom harus mampu kembangkan kepemimpinan teknologi

Telkom menutup kinerja Perseroan tahun buku 2021 dengan kinerja yang memuaskan, baik dari pendapatan, EBITDA dan laba bersih. Telkom mencatat laba bersih sebesar Rp24,8 triliun atau tumbuh 19 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan sebesar Rp143,2 triliun tumbuh positif sebesar 4,9 persen dibanding tahun 2020. EBITDA Perseroan tahun 2021 tercatat Rp75,7 triliun atau tumbuh positif 5,1 persen year-on-year (YoY). Margin EBITDA dan laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi 52,9 persen dan 17,3 persen.

Telkom konsisten fokus mengembangkan tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, platform, dan services. Selain itu, secara kontinyu mengembangkan kapabilitas digitalnya melalui tiga strategi, yakni build (membangun kapasitas sendiri), borrow (menjalin kemitraan strategis dengan tech giant/global partner), dan buy (melalui investasi secara selektif).

Untuk membangun competitive advantages perusahaan, Telkom mencanangkan lima strategi utama yang dikenal dengan strategi Five Bold Moves. Ini sekaligus memantapkan langkah untuk menjadi digital telco kelas dunia dengan tujuan jangka panjang dapat memberikan value creation yang optimal bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.

Strategi itu telah dilaksanakan sejak 2021 dan saat ini sudah mulai berbuah manis. Pada 22 November 2021, salah satunya strategi utama berhasil direalisasikan, yakni unlocking bisnis menara telekomunikasi melalui aksi korporasi penawaran saham perdana Mitratel di Bursa Efek Indonesia.

Mitratel berhasil meraup dana hingga Rp18,8 triliun dari aksi korporasi ini, di mana 90 persen di antaranya akan digunakan untuk belanja modal demi mengembangkan bisnis Mitratel baik secara organik maupun inorganik, sejalan dengan strategi perusahaan.

Sementara untuk empat strategi lainnya masih gencar diakselerasikan Telkom, yaitu percepatan bisnis digital secara terstruktur melalui pembentukan Digital Company (DigiCo), unlocking bisnis data center, penguatan bisnis B2B IT Services, dan menginisiasi integrasi bisnis broadband (fixed mobile convergence, FMC).

Tahun ini demi mengakselerasi langkah transformasi perusahaan, Telkom akan mengalokasikan penggunaan laba bersih Perseroan untuk fokus pada pengembangan bisnis digital, yang sejalan dengan strategi yang telah dicanangkan.

Baca juga: DPD RI apresiasi kerja sama bidang vokasi Kadin Jatim dan Telkom
Baca juga: Kadin gandeng Telkom buka peluang rekrutmen pekerja melalui Vokasakti

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel