Lewati Jerman, PDB Indonesia Bakal Jadi Terbesar ke-5 di Dunia pada 2030

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pada tahun 2030 mendatang Indonesia diprediksi akan masuk dalam 5 besar negara dengan PDB tertinggi di dunia.

Posisi pertama akan ditempati China, disusul Amerika Serikat, India, Indonesia dan Jerman.

"China sekarang nomor 2 dan sebentar lagi jadi nomor 1 PDB-nya di tahun 2030. Kemudian diikuti Amerika Serikat, India, Indonesia dan Jerman," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika dalam Webinar :Investasi, Nilai Tambah, dan Kesinambungan Pembangunan, Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Erani menjelaskan di tahun 2030 China akan menjadi negara dengan PDB tertinggi di dunia mengalahkan negara-negara Amerika dan Eropa. Pada saat itu, Amerika dan Eropa akan tetap menggunakan lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan IMF untuk mendapatkan pengaruh ekonomi. Selain itu, mereka juga akan menggunakan kekuatan politik dan militer.

"Nanti Amerika Serikat dan Eropa akan menggunakan instrumen politik dan militer untuk tetap bisa mendapat pengaruh ekonomi," kata dia.

Di sisi lain, satu dekade ke depan, berbagai negara akan dihadapkan dengan tantangan yang sama dari agenda demokrasi yang mengalami evaluasi, penyempurnaan atau renegosiasi atas pelaksanaan globalisasi. Sementara itu, negara-negara maju diperkirakan akan mulai menutup diri.

"Negara maju nanti akan mulai menutup diri," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Digitalisasi

Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 membaik dari kuartal II 2020 lalu yang tumbuh minus 5,32 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 membaik dari kuartal II 2020 lalu yang tumbuh minus 5,32 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebaliknya penggunaan digitalisasi akan semakin berkembang pesat. Saat ini pun nyaris hampir semua kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari digitalisasi.

Pada bidang moneter akan ada persaingan yang kuat antara mata uang konvensional dengan mata uang digital atau kripto. Tercermin dari saat ini penggunaan mata uang digital sudah banyak dimanfaatkan.

"Mata uang digital ini sekarang nilainya sudah besar, bahkan beberapa negara sudah menggunakan ini untuk bertransaksi," kata dia.

Sementara itu, pada tahun 2030 kawasan Afrika dan Timur Tengah belum ajan memberikan pengaruh perekonomian dalam jumlah besar. Namun setelah tahun 2030, tepatnya di tahun 2035, Afrika akan mengalami bonus demografi. Sehingga di saat itu perannya mulai akan memberikan pengaruh yang besar kepada dunia.

"Setelah tahun 2030 kawasan Afrika akan mengalami bonus demografi yang cukup besar dan di saat itu akan memberikan pengaruh besar bagi dunia," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel