Lewis Hamilton Kalah dalam Perebutan Hak Paten

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa memutuskan ‘Hamilton’ tetap jadi merk milik pabrik jam Swiss dan mesti membayar biaya pengadilan 893 pounds (sekitar Rp16,8 juta).

Perusahaan milik juara dunia Formula 1 tujuh kali itu, 44IP, ingin mencegah Hamilton International mematenkan nama mereka. Pasalnya, pembalap Mercedes AMG-Petronas tersebut ingin mengeluarkan produk termasuk jam dan aksesoris dengan merk Lewis Hamilton.

Lewat pengacaranya, pilot 35 tahun itu menuding upaya Hamilton International bakal memunculkan persaingan bisnis tak sehat. Duel antara kedua pihak berlangsung selama tiga tahun.

Namun, tuntutan ditolak karena nama belakang Hamilton sangat pasaran. Selain itu, perusahaan mampu membuktikan sudah ada jauh sebelum kampiun GP Turki tersebut lahir.

Mereka berdiri pada 1892 di Lancaster, Pennsylvania, kemudian pindah ke Swiss pada 2003. Produk arlojinya pun dipakai para pesohor dari masa lalu, salah satunya Elvis Presley.

Baca Juga:

Hamilton Memahami Peran Schumacher di Balik Kesuksesan F1 Klausul Khusus Kontrak Baru Hamilton dan Mercedes

“Argumen terkait hak kekayaan intelektyal dari pembalap ‘Lewis Hamilton’ kalah. Merek yang diperebutkan hanya terdiri dari satu kata ‘HAMILTON’ dan bukannya ‘LEWIS HAMILTON’. Itu merupakan nama belakang yang biasa di negara-negara berbahasa Inggris,” demikian bunyi putusan pengadilan.

“Tidak ada ‘hak alami’ untuk seseorang untuk memiliki namanya terdaftar sebagai merek dagang, ketika itu akan melanggar hak pihak ketiga. Bahkan pemohon pembatalan secara eksplisit menerima merek yang diperebutkan ‘HAMILTON’ sudah dipakai sejak 1892, sebelum tanggal lahir Lewis Hamilton sebagai orang perseorangan.

“Tidak ada itikad buruk yang ditemukan dalam pemilik merek dagang Uni Eropa. Kenyataannya, pemilik merek dagang Uni Eropa menunjukkan aktivitas ekonomi signifikan dalam bidang horologis sejak 1892.”