LG Bangun Pabrik Baterai Listrik di Batang, Investasi Capai Rp142 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan investasi konsorsium LG Energy Solution membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan nilai investasi mencapai USD9,8 miliar atau Rp142 triliun.

Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo mengatakan, kehadirannya di Indonesia dalam rangka menjalankan visi untuk mengembangkan Kawasan industri Batang menjadi Kawasan industri EV terpenting di Asia Tenggara di masa depan. Nantinya, keseluruhan proyek ini akan bekerja sama dengan Antam dan IBC di Indonesia.

"Saya sangat senang bahwa konsorsium LG dapat berinvestasi di Pabrik inti proyek Grand Package di Kawasan Industri Batang yang akan menjadi titik kunci penting untuk pembangunan nasional yang seimbang," kata Lee Bang Soo di KIT Batang, Rabu (8/6).

Dia menjelaskan, proyek ini dimulai dari pembangunan tambang nikel yang berlokasi di Halmahera. Tambang nikel ini akan memproduksi 16 juta Metrik ton dalam satu tahun, total nilai investasi kurang lebih USD 300 juta. Saat ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Antam untuk mengembangkan tambang nikel di Halmahera.

"Saat ini di lokasi Halmahera menjadi pusat perhatian dari beberapa perusahaan global sebagai pusat nikel," ujarnya.

Nantinya, biji nikel akan dibawa ke Batang untuk memproses pemurnian. Total area industri pabrik kurang lebih 275 hektar. Maka pihaknya akan menggunakan kurang lebih 30 persen total area industri Batang.

"Untuk nilai investasi pembangunan pabrik industri total USD 3,5 miliar," ujarnya.

Nantinya, proyek grand package ini merupakan proyek skala besar yang dapat mendukung produksi baterai kendaraan listrik sebesar 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun. "Peleburan dan pemurnian biji nikel ditambang nikel, memiliki nilai tambah yang tinggi sebagai bahan prekursor dan katoda," jelasnya.

Guna mewujudkan integrasi vertikal hingga pembuatan baterai akhir, pihaknya akan menggunakan wilayah Kawasan Industri Batang seluas 275 hektar dan menerima insentif dari pemerintah dan penerapan teknologi terbaru dari LG Consortium. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan PLN untuk mengoperasikan pabrik dengan energi daur ulang sejalan dengan tren ESG global.

Menurutnya, proyek Grand Package ini akan memberikan kontribusi utama bagi industri baterai sekunder global dalam 26 tahun kedepan ketika produksi massal proyek direncanakan dengan mitra Indonesia Antam dan IBC.

"Serta untuk merealisasikan semua investasi yang direncanakan, sangat penting bagi kedua belah pihak untuk menandatangani JV Tambang pada bulan September 2022, dan kerja sama yang aktif bersama pemerintah Indonesia, Antam, dan Konsorsium LG menjadikan hal ini sangat penting baginya," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel