LG hingga Wavin Komitmen Investasi, Proyek KIT Batang Dikebut

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVAPT PP TBK bersama beberapa BUMN dan Lembaga Pemerintahan yang tergabung dalam konsorsium yang bernama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, mengebut pengerjaan pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City yang saat ini sedang dibangun.

Sampai dengan saat ini, progress pekerjaan lapangan (cut & fill) KIT Batang untuk Klaster 1 Fase 1 seluas 450 hektare, yaitu Zona 1 dan Zona 2 telah mencapai 99 dan 98 persen. Sedangkan, untuk Zona 3 akan diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“PTPP sedang mengebut progress pembangunan KIT Batang Fase I di mana pembangunan tersebut ditargetkan dapat selesai pada 2021," ujar Corporate Secretary PT PP Yuyus Juarsa, dikutip dari keterangannya, Senin 15 Februari 20021.

Baca juga: Laba Bersih BTN 2020 Naik 665,71 Persen, Ini Pendorongnya

Akhir pekan lalu Kepala BKPM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke KIT Batang. Pada kesempatan itu dia mengatakan bahwa sudah ada 3 perusahaan besar yang akan mengisi lahan di KIT Batang. Yaitu LG, KCC Glass, dan Wavin.

Bahlil berharap di tahun 2021 ini KIT Batang sudah siap untuk menerima tenant yang akan masuk untuk berinvestasi. Sehingga bisa cepat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun mengingatkan PT PP, Pembangunan KIT Batang harus memprioritaskan produk dalam negeri. Selain itu, pembangunan KIT Batang akan didorong untuk dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

Yuyus memastikan, komitmen PT PP untuk melakukan arahan tersebut. Perusahaan pun optimis dapat menyelesaikan sesuai target yang ditetapkan.

"Sehingga para investor dapat segera masuk untuk memulai pembangunan pabrik mereka," ungkapnya.

Seperti diketahui, KIT Batang terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan luas 4.300 hektare. Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 (tiga) kluster, yaitu Kluster I seluas 3.100 hektare, Kluster II seluas 800 hektare, dan Kluster III seluas 400 hektare.

KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru di Indonesia. Di mana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvetasi di Indonesia.

PT PP ditugasi untuk mengerjakan Paket I.1.B Pembangunan Jalan KIT Batang. Dengan lingkup pekerjaan yaitu pembangunan jalan baru sepanjang 3,6 kilometer dan 1 jembatan sepanjang 84 meter.

Proyek pembangunan jalan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender. Adapun proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp183 miliar itu dibiayai oleh APBN Tahun Anggaran 2020-2021.

"Saat ini, progress pekerjaan yang sedang dilakukan oleh PT PP, antara lain melakukan pematangan lahan, pekerjaan cut & fill serta menyiapkan lahan siap bangun bagi para investor," tambahnya.