Lho Kok...Petani Lampung Enggan Jual Beras ke Bulog

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Sejumlah petani di Provinsi Lampung enggan untuk menjual beras ke Bulog mengingat harganya masih di bawah harga pasar. "Harga beras asalan saat ini dijual ke pedagang dengan harga Rp 5.500 per kilogram, sedang di Bulog hanya Rp 5.060/kg," kata Ponidi petani di Bekri, Lampung Tengah, Senin.

Ia menyebutkan, harga beras sekarang ini jauh lebih murah dibandingkan harga bahan pangan utama itu beberapa bulan lalu. Namun demikian lanjutnya, harga beras sekarang ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan pembelian Bulog. Sehingga petani atau pemilik penggilingan padi lebih memilih menjual ke pasaran.

Selain itu Bulog juga menerapkan kualitas beras cukup tinggi sesuai dengan Inpres No 7 tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan disebutkan untuk harga beras,kadar air maksimum 14 persen butir patah maksimum 2 persen, menir 2 persen dan derajat sosoh minimum 95 persen adalah Rp5.060/kg di gudang Bulog.

Padahal menurut Ponidi beras asalan di pasaran dijual dengan harga Rp 6.000/kg. Marni petani di Wates Lampung Tengah mengatakan, harga pembelian pemerintah (HPP) beras petani oleh Bulog saat ini masih sama dibandingkan tahun lalu yakni Rp 5.060/kg.

Ia mengatakan, harga bahan pangan yang cukup tinggi saat ini membuat petani lebih memilih menjual ke pasaran. Menurutnya, harga beras asalan saat ini dijual ke pedagang Rp 5.450/kg atau lebih tinggi dibandingkan HPP. Sementara harga beras di pasaran cenderung turun bila dibandingkan dua bulan lalu.

Harga beras premium di Bandarlampung sekarang berkisar Rp 7.800-Rp9.000/kg, pada Januari lalu masih berkisar Rp9.000- Rp 11.500/kg. Harga beras kualitas medium sekarang berkisar Rp 6.600- Rp7.000/kg dan beras asalan sekitar Rp 6.000/kg.

Perum Bulog Divre Lampung menargetkan menyerap beras petani sebanyak 100 ribu ton selama tiga bulan yakni Maret hingga Mei 2011. Sementara prognosa penyerapan beras petani oleh Bulog Lampung pada tahun ini sebesar 125.000 ton.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.