Lia Menangis saat Rahma Panggil Mama

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Dua hari tidak bertemu karena dilarang dokter, Lia Rosdiana (42), ibu bocah kembar rahma-Rahmi, akhirnya boleh masuk ruang ICU RSMH Palembang, Senin (8/7/2013).

Lia menangis haru dan senang melihat kedua anaknya sudah mulai membaik dan sadar, pasca-operasi pemisahan.

"Jujur ada rasa senang bercampur sedih, karena waktu besuk cuma sebentar, hanya 15 menit. Saat saya besuk tadi, Rahma-Rahmi sudah melihat dan panggil mama," katanya.

Lia menuturkan, walaupun kedua anaknya sudah sadar, dia dan keluarga tetap terus berdoa dan mambaca surat Yasin.

"Ya, pasti senang, tapi untuk apa meluapkan semuanya ini, toh keduanya kan masih dirawat intensif dan masih panjang perjalanan. Jadi, cukap senang saja dan berdoa, berharap Rahma-Rahmi bisa sembuh dan hidup seperti anak-anak seumurnya," harap Lia, terlihat air matanya menetes.

Keluarga Lia yang ditemui usai melihat kondisi Rahma-Rahmi, juga merasa senang. Mereka berharap tim dokter merawat Rahma-Rahmi sebaik mungkin.

"Apapun yang terjadi pasca-operasi, kami ikhlas menerima. Kami ucapkan terima kasih kepada tim dokter yang telah membantu operasi pemisahan ini. Mungkin hanya ini yang bisa diucapkan," papar saudara Lia.

Kondisi kesehatan Rahma-Rahmi semakin membaik dan sudah sadarkan diri, di ruang ICU RSMH Palembang. Tim dokter juga sudah melepas alat bantu pernapasan Sabrina Fayqa Rahma alias Rahma.

Sedangkan saudara kembarnya, Sabrina Fayqa Rahmi, masih menggunakan alat bantu pernapasan, karena kondisi luka yang diderita pasca-operasi cukup besar.

dr Rismarini SpA(K), ketua tim operasi pemisahan menjelaskan, perkembangan kesehatan Rahma lebih bagus dan aktif. (*)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.