Liam Neeson Semakin Yakin Memilih Islam

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Aktor Irlandia Liam Neeson telah mengungkapkan pertimbangannya yang semakin yakin untuk memilih Islam sebagai agama dan melepaskan keyakinan Katolik-nya.

Bintang Hollywood berusia 59 tahun ini, beberapa waktu yang lalu melakukan syuting di Kota Istanbul, Turki. Namun, ia tidak tahu mengapa tiba-tiba dirinya menjadi terpesona dengan keyakinan Muslim selama berada di sana.

Dalam wawancaranya kepada The Sun, Neeson berkata seolah-olah ada yang memanggilnya untuk melakukan shalat lima kali sehari. Di pekan petama setelah perjalanannya ke Turki, dorongan itu hanya dianggapnya sesuatu yang gila.

"Namun, semakin hari pikiran ini semakin memasuki jiwa saya. Itu semakin indah dan terus menjadi indah di pikiran saya," ujarnya yang dilansir dari Huffingtonpost.co.uk, Kamis (12/4).

Ia kagum dengan ada 4.000 masjid di Kota Istanbul, dan kekaguman itu terus memicunya untuk berpikir menjadi seorang Muslim. Neeson juga menegaskan bahwa dirinya tidak mencari sensasi. Seperti apa yang dilakukan Madonna memilih menjadi pengikut Kabbalah atau seperti Tom Cruise yang menganut scientology.

Liam Neeson dibesarkan di Irlandia Utara. Ia adalah putra dari keluarga Katolik taat. Bahkan, namanya diambil dari pimpinan gereja setempat.

"Saya dibesarkan dalam iman Katolik, tapi kenapa setiap hari saya selalu bertanya tentang apa yang saya yakini. Kenapa saya tidak sadar apa tujuan kita di planet ini? Dan untuk apa semua ini? " papar bintang The Schindler's List itu. Padahal, ia mengaku selalu memperkaya keyakinan baik dengan buku ketuhanan atau ateisme.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.