Liberalisasi 9 Sektor Jasa Tak Rugikan Indonesia  

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur, menilai Indonesia tidak akan dirugikan oleh kesepakatan liberalisasi sektor jasa antara ASEAN dan India. "Indonesia tidak bisa lagi menghindar dari liberalisasi, sudah pasti berdampak. Tapi tidak akan berpengaruh negatif," katanya kepada Tempo, Ahad, 23 Desember 2012.

Menurut dia, dari sembilan sektor jasa yang dibuka, hanya sektor komputer atau teknologi informasi domestik yang terancam. Sebab, sektor teknologi informasi India jauh lebih unggul daripada Indonesia. Sehingga, sulit bagi pelaku industri Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari India. "Sulit menyaingi India untuk sektor ini. Pasti India akan lebih unggul," kata Natsir.

Untuk delapan sektor lain, yaitu jasa bisnis, penelitian dan pengembangan, pendidikan, kelautan dan transportasi, telekomunikasi, konstruksi dan teknik, keuangan (non-bank), transportasi udara, pariwisata, dan jasa terkait, Natsir yakin India tidak akan mengungguli Indonesia. Sebab, sampai saat ini nilai transaksi dagang Indonesia pada sektor-sektor ini masih lebih banyak daripada India. Artinya, penetrasi pelaku industri India tidak akan sampai mengancam industri domestik pada delapan sektor tersebut. "Transaksi dagang dengan India masih surplus. Indonesia masih bisa unggul untuk delapan sektor lainnya," katanya.

Kadin meminta Indonesia untk menjadi tuan rumah di negeri sendiri walaupun liberalisasi sembilan sektor jasa sudah diberlakukan. Pelaku industri harus bisa merebut dan menguasai pangsa pasar sembilan sektor tersebut agar pertumbuhan ekonomi tetap bisa terjaga.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-India yang berlangsung di India pekan lalu telah menyepakati liberalisasi sembilan sektor jasa. Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, menyatakan liberalisasi pada sembilan sektor tersebut diharapkan bisa mendorong ekspansi investor asal Indonesia di India dan sebaliknya.

India sepakat membuka perdagangan di sektor komputer, penelitian, kesehatan, pariwisata, transportasi, komunikasi, keuangan (bank dan non-bank), konstruksi, dan jasa teknik.

ANANDA TERESIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...