Liberalisasi 9 Sektor Jasa Tak Rugikan Indonesia  

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur, menilai Indonesia tidak akan dirugikan oleh kesepakatan liberalisasi sektor jasa antara ASEAN dan India. "Indonesia tidak bisa lagi menghindar dari liberalisasi, sudah pasti berdampak. Tapi tidak akan berpengaruh negatif," katanya kepada Tempo, Ahad, 23 Desember 2012.

Menurut dia, dari sembilan sektor jasa yang dibuka, hanya sektor komputer atau teknologi informasi domestik yang terancam. Sebab, sektor teknologi informasi India jauh lebih unggul daripada Indonesia. Sehingga, sulit bagi pelaku industri Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari India. "Sulit menyaingi India untuk sektor ini. Pasti India akan lebih unggul," kata Natsir.

Untuk delapan sektor lain, yaitu jasa bisnis, penelitian dan pengembangan, pendidikan, kelautan dan transportasi, telekomunikasi, konstruksi dan teknik, keuangan (non-bank), transportasi udara, pariwisata, dan jasa terkait, Natsir yakin India tidak akan mengungguli Indonesia. Sebab, sampai saat ini nilai transaksi dagang Indonesia pada sektor-sektor ini masih lebih banyak daripada India. Artinya, penetrasi pelaku industri India tidak akan sampai mengancam industri domestik pada delapan sektor tersebut. "Transaksi dagang dengan India masih surplus. Indonesia masih bisa unggul untuk delapan sektor lainnya," katanya.

Kadin meminta Indonesia untk menjadi tuan rumah di negeri sendiri walaupun liberalisasi sembilan sektor jasa sudah diberlakukan. Pelaku industri harus bisa merebut dan menguasai pangsa pasar sembilan sektor tersebut agar pertumbuhan ekonomi tetap bisa terjaga.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-India yang berlangsung di India pekan lalu telah menyepakati liberalisasi sembilan sektor jasa. Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, menyatakan liberalisasi pada sembilan sektor tersebut diharapkan bisa mendorong ekspansi investor asal Indonesia di India dan sebaliknya.

India sepakat membuka perdagangan di sektor komputer, penelitian, kesehatan, pariwisata, transportasi, komunikasi, keuangan (bank dan non-bank), konstruksi, dan jasa teknik.

ANANDA TERESIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...