Libur Imlek, Masuk Jalur Puncak Wajib Tunjukkan Hasil Antigen Negatif

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ribuan kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak, Bogor, disekat di simpang Gadog, Jumat pagi, 12 Februari 2021. Petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub Bogor merazia setiap pengendara yang akan menuju kawasan Puncak.

Bagi pengendara yang tidak bisa menujukkan hasil tes swab Antigen atau PCR-RT diminta putar balik.

Pantauan di lapangan, Bupati Bogor Ade Yasin memimpin langsung operasi yustisi ini, bersama Kapolres Bogor dan Dandim stempat. Operasi yustisi ini ditujukan untuk wisatawan yang menuju Puncak Bogor. Bagi wisatawan yang tidak bisa menunjukan surat Rapid Antigen dilarang masuk kawasan Puncak.

Petugas juga melakukan penyekatan di kawasan Sentul untuk mencegah wisatawan menuju Puncak melalui jalur alternatif.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bersama Dokpol Polres Bogor melakukan pengecekan rapid Antigen secara acak ke tempat-tempat keramaian, seperti lokasi wisata dan rumah makan. Hal ini guna menjaring pengunjung maupun wisatawan yang tidak terkena operasi penyekatan di simpang Gadog atau mereka yang masuk ke Puncak melalui jalur alternatif.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara ketat di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor selama libur panjang Hari Raya Imlek. Pemeriksaan dilakukan di persimpangan Gadog serta perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Cianjur.

"Ini dilakukan untuk meminimalisir adanya wisatawan atau masyarakat luar Bogor yang lolos masuk wilayah Kabupaten Bogor tanpa surat rapid test antigen," ujar Ade Yasin.

Ia meminta petugas konsen memeriksa protokol kesehatan (prokes) dan surat rapid test antigen di sejumlah titik, khususnya jalur Puncak Bogor, karena menjadi kawasan primadona para wisatawan.

"Pengetatan PPKM juga dilakukan untuk memutus mata rantai COVID-19 di Kabupaten Bogor, serta mencegah terjadinya kerumunan tempat wisata kawasan Puncak Kabupaten Bogor," kata Ade Yasin.

Laporan: Usep Sarifuddin/tvOne Bogor