Libur Lebaran 2022, Diperkirakan 500.000 Orang per Hari Menuju Puncak

Merdeka.com - Merdeka.com - Jumlah masyarakat yang menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Libur Lebaran 2022 diperkirakan mencapai lebih dari 500.000 orang per hari. Jumlah ini termasuk warga lokal yang berlibur ke kawasan Puncak.

"Asumsinya bisa mencapai 500 ribu orang yang ke Puncak. Jika ditambah dengan pergerakan warga lokal, maka potensi jumlah orang yang beraktivitas di kawasan Puncak bisa mencapai lebih dari setengah juta orang," kata Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Jakarta Yayat Supriatna di Bogor, Rabu (4/5). Dilansir Antara.

Yayat menjelaskan asumsi perhitungannya. Angka tersebut berdasarkan asumsi jumlah kendaraan yang masuk ke Tol Jagorawi menuju Puncak saat libur Lebaran, diperkirakan mencapai 50.000 kendaraan.

Jika rata-rata kendaraan berisi lima orang, maka perkiraannya terdapat 250.000-300.000 orang yang berwisata ke Puncak. Ditambah jumlah orang yang menggunakan sepeda motor.

"Kalau ditambah sepeda motor yang jumlahnya bisa mencapai 50.000 atau 100.000 dan rata-rata dua orang, maka ada potensi 100-200 ribu orang yang naik motor," tambah Anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor itu.

Sebanyak 40 ribu sepeda motor dan 50 ribu kendaraan roda empat, memasuki jalur Puncak, Ciawi-Megamendung, hari ini. Kapolres Bogor AKBP Imanuddin menyatakan, secara volume kendaraan itu meningkat sebesar 40 persen dibanding pada hari kedua libur Lebaran, Selasa (3/5).

Cari Alternatif Selain Puncak

Yayat meminta petugas mengantisipasi konvoi kendaraan di jalur Puncak yang kerap terjadi selama libur Lebaran. Yayat juga berpesan kepada masyarakat agar mempertimbangkan kembali sebelum berwisata ke kawasan Puncak karena sudah hampir dipastikan akan terjadi kemacetan.

"Jangankan Lebaran, (libur) Sabtu-Minggu saja sudah macet. Maka, selama masih ada pilihan lain yang lebih baik, pilihan itu perlu kita pertimbangkan," imbaunya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Sigit Irfansyah mengatakan, Kementerian Perhubungan bersama Polri menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dan ganjil genap, seperti yang diberlakukan setiap akhir pekan, untuk mengatasi kemacetan di jalur Puncak selama libur Lebaran.

Dia juga mengklaim sistem ganjil genap yang mulai diterapkan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup efektif mengurangi kemacetan di jalur Puncak.

"Banyak yang bertanya apakah ganjil-genap efektif? Efektif, tapi tidak 50 persen mengurangi kemacetan, hanya sekitar 20-30 persen mengurangi kemacetan," ujar Sigit. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel