Libur Musim Dingin, Pembalap F1 Bakal Sulit Jauhi Covid-19

Luke Smith
·Bacaan 2 menit

Kendati protokol kesehatan diterapkan secara ketat oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA), tiga pembalap F1 dinyatakan positif Covid-19, membuat mereka harus absen balapan.

Sergio Perez melewatkan dua balapan di Silverstone. Sedangkan mantan rekan setimnya, Lance Stroll, mundur dari kualifikasi Grand Prix Eifel. Belakangan diketahui dia terpapar virus corona.

Tujuh kali juara dunia Formula 1, Lewis Hamilton, juga dipaksa absen di GP Sakhir - walau pembalap Mercedes itu akhirnya bisa kembali mengemudikan W11 pada seri pamungkas Abu Dhabi.

Esteban Ocon pun mengatakan bakal menjadi tantangan berat bagi dia, termasuk rekan-rekannya, untuk melakukan tindakakan pencegahan yang intens agar tidak tertular Covid-19 selama libur musim dingin.

“Akan ada periode latihan yang tinggi. Saya perlu menaikkan berat (badan) yang telah hilang sepanjang musim ini dan meningkatkan kebugaran saya lagi,” ucapnya.

“Tapi agak sulit untuk bepergian saat ini di Eropa. Agak sulit untuk benar-benar tidak melakukan tindakan pencegahan, karena kami tidak bisa melakukan itu.

“Kami tidak akan dites sebanyak seperti jelang balapan, namun kami tidak ingin sakit dan kehilangan 15 hari, serta merasa tidak sehat.

“Mudah-mudahan (saya akan) menjalani hari Natal dengan baik bersama keluarga, kemudian (merayakan) Tahun Baru, krena tidak ada yang bisa dilakukan, dan lalu kembali berlatih.”

Baca Juga:

Sir Frank Williams Tinggalkan Rumah Sakit Atraksi Donat Buruk untuk Mesin dan Gearbox

Sementara pembalap AlphaTauri, Pierre Gasly, mengaku sangat ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya selama liburan musim dingin, usai tak dapat menemui mereka sepanjang menghadapi F1 2020.

“Saya masih ingin berhati-hati dengan orang-orang di sekitar saya. Tapi tetap saja saya akan lebih leluasa bertemu dengan keluarga, merayakan Natal, menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka,” tuturnya kepada Motorsport.com.

“Itu sama dengan teman-teman saya. Saya kembali setelah dua bulan di Prancis (bulan lalu). Mereka ada di sana dan saya minta maaf karena tidak bisa menemui mereka. Saya hanya tidak mau ambil risiko karena kamu tidak pernah tahu (bisa tertular atau tidak).

“Rasanya frustrasi. Anda merasa seperti berada di dalam sangkar, di mana Anda tidak memiliki kebebasan untuk benar-benar melakukan dan bertemu orang yang Anda inginkan.

“Saya jelas akan mengambil kesempatan di luar musim untuk melakukannya, karena siapa yang tahu apa yang akan terjadi tahun depan. Kami mungkin berada dalam situasi yang sama.

“Jelas selama libur musim balapan dan singkatnya waktu yang kami miliki, saya akan mencoba untuk memiliki kehidupan sosial yang lebih baik. Semoga.”