Libur Panjang, Jatim Park dan Selekta Padat Pengunjung

TEMPO.CO, Malang - Sejumlah obyek wisata di Kota Batu dipadati pengunjung sejak akhir pekan kemarin. Sejumlah obyek wisata yang ramai dikunjungi antara lain Jatim Park Group meliputi Jatim Park, Jatim Park 2, Eco Green Park, dan Batu Night Spektakuler (BNS). "Pengunjung kami perkirakan melonjak di awal tahun nanti," kata juru bicara Jatim Park, Titik S. Ariyanto, Ahad 23 Desember 2012.

Sejak Jumat hingga Ahad, katanya, jumlah pengunjung mulai naik. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jatim Park sersebanyak 2.000 orang, BNS sekitar 1.500 orang, dan Eco Green Park yang diluncurkan pertengahan tahun lalu sebanyak 1.000 pengunjung.

Namun, Titik khawatir cuaca di Batu yang tak menentu bakal mempengaruhi tamu yang datang. "Saat hujan, pasti sepi," katanya. Sedangkan manajemen Jatim Park Group tak menyediakan peralatan dan perlengkapan khusus menghadapi musim hujan. Apalagi, pengunjung tak membawa jas hujan maupun payung mengantisipasi musim hujan.

Saat tahun baru nanti, Jatim Park tak membuat peringatan khusus. Manajemen hanya menata dekorasi obyek wisata dengan suasana natal. Pengunjung diprediksi melonjak saat tahun baru nanti hingga mencapai 5.000 orang.

Wisatawan juga menyerbu kawasan Taman Rekrasi Selekta di lereng Gunung Arjuna. Akhir pekan ini pegunjung mencapai 2 ribu sampai 7 ribu orang. Pengunjung diprediksi semakin melonjak pada tahun baru nanti. "Sebagian besar rombongan wisata," kata Direktur Utama PT Selekta Batu, Samuel Rusdi.

Seperti rombongan asal Yogyakarta mencapai 70 bus. Pengujung rata-rata berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Subaraya, dan Bali. Saat tahun baru, Selekta menggelar berbagai acara untuk menarik pengunjung. Antara lain konser musik, parade putri bunga dan tarian tradisional. Target sepanjang tahun pengunjung mencapai 400 ribu.

EKO WIDIANTO

Berita terpopuler lainnya:

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Ikut Misa Natal

Andi Mallarangeng Dikenal Cuek Sama Tetangga

Dahlan, Jokowi, Ahok, Capres Pilihan Slank

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.