Libur Panjang, Khofifah Wanti-wanti Risiko Penularan COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti dan meminta masyarakat di provinsi itu untuk mewaspadai risiko penularan COVID-19 sepanjang libur panjang Maulid Nabi. Mengantisipasi itu, ia meminta masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan.

Wanti-wanti Khofifah cukup beralasan. Mengacu pada pengalaman libur panjang Lebaran dan HUT RI sebelumnya, banyaknya warga yang liburan dengan mudik ke kampung halaman menjadi salah satu faktor munculnya klaster liburan dan juga klaster keluarga.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, kata Khofifah, libur panjang selalu berbuah lonjakan kasus, lantaran masih adanya perilaku warga yang mengabaikan protokol kesehatan saat bepergian ke tempat wisata memanfaatkan liburan.

Baca: Punya Kekebalan Jangka Pendek, Vaksin COVID-19 Tak Cukup Sekali Suntik

“Berwisata silakan, tetapi saat pandemi COVID-19 belum berhenti penyebarannya, maka sementara yang berwisata silakan di tempat terbuka, yang lansia dan ada penyakit bawaan atau komorbid tolong sementara tetap di rumah saja," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Senin, 26 Oktober 2020.

Saat ini, berkat kepatuhan masyarakat, kasus COVID-19 di Jawa Timur makin melandai. "Jangan sampai usai liburan, angka positivity rate Jatim kembali melonjak. Tetap waspada dengan menerapkan ketat protokol kesehatan. Pandemi belum usai,” ujar Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, pemerintah telah berkoordinasi dan meminta seluruh pengelola wisata dan perhotelan agar memperketat protokol kesehatan. Libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober ini, kata dia, sangat rentan atau potensi kesalahan protokol kesehatan.

Pemerintah telah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober, berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad pada 29 Oktober 2020. Diperkirakan, suasana libur cuti bersama itu berlanjut hingga 31 Oktober dan 1 November 2020 pada Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, libur pada pekan depan sebanyak lima hari.