Libur Panjang, Pemprov DKI Larang Warga Ajak Saudara ke Jakarta

·Bacaan 1 menit
Ratusan kendaraan roda empat antre di dua arah Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Sabtu (25/3). Kepadatan juga terjadi dari Jakarta menuju arah Bandung tersebut disebabkan banyaknya warga yang akan berlibur panjang. (Liputan6.com/Gempur M. Surya)
Ratusan kendaraan roda empat antre di dua arah Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Sabtu (25/3). Kepadatan juga terjadi dari Jakarta menuju arah Bandung tersebut disebabkan banyaknya warga yang akan berlibur panjang. (Liputan6.com/Gempur M. Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengimbau agar masyarakat yang melakukan mudik saat libur panjang tidak membawa sanak keluarganya saat balik ke Ibu Kota.

Dia mengatakan, saat ini DKI Jakarta masih menjadi lokasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Saat ini Jakarta memang belum selesai dengan virus, dan untuk itu kepada warga yang sudah mudik, pada saat balik ke Jakarta, jangan dulu ajak keluarga bersama-sama ke Jakarta," kata Syafrin saat dihubungi, Jumat (30/10/2020).

Dengan membawa sanak keluarga, kata dia, dapat meningkatkan kepadatan di kawasan rest area saat arus balik libur panjang. Kepadatan tersebut dapat berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19.

"Tentu ini akan menimbulkan kepadatan juga selain di rest area tadi, juga di Jakarta yang sedang mengatasi wabah," ucapnya.

39 Persen Kasus Covid-19 Jakarta Klaster Keluarga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, klaster keluarga penyebaran virus corona atau Covid-19 mencapai 39 persen dari total kasus positif di Ibu Kota.

Dia mengatakan penyebaran virus Covid-19 tidak mengenal tempat tempat dan waktu. Selain di fasilitas publik, penularan juga dapat terjadi di ruang privat.

"Angkanya di Jakarta ini untuk klaster-klaster, 39 persen dari kasus positif yang ditemukan di Jakarta adalah klaster keluarga. Jumlah klasternya 4.684 dan total positif sampai 36.659 kasus," kata Anies dalam video Youtube Pemprov DKI, Rabu (28/10/2020).

Karena hal itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan saat menghabiskan waktu liburan panjang bersama keluarga besar.

"Saya mengajak kepada semuanya di masa liburan ini, maka kita berlibur sambil menjaga kesehatan, menjaga keselamatan, melindungi sesama. Ketika kita ingin melindungi saudara kita, pakai masker," ucapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: