Libur Panjang, Polisi Antisipasi Aksi Demo 28 Oktober dan 1 November

Daurina Lestari, Vicky Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo, mengungkapkan bahwa menjelang libur panjang akan disiagakan 16 pos pengamanan. Ini untuk menjamin keamanan dan kelancaran di rute ramai lalu lintas selama libur panjang.

“Minggu ini mulai Rabu hingga Minggu ada libur panjang cuti bersama libur Maulid Nabi, Polda Metro Jaya mengadakan kegiatan pengaman. Ada 16 pos pengamanan baik di jalur ke luar kota ke Cikampek, Jagorawi, maupun Tangerang, serta tempat wisata,” ujar Sambodo di sela-sela Operasi Zebra, Senin 26 Oktober 2020.

Sambodo menyebut tempat-tempat wisata di masa PSBB transisi ini sudah mulai buka, walau 50 persen. Pihaknya akan melibatkan 749 personel untuk mengamankan tempat wisata tersebut.

Selain itu, mengantisipasi unjuk rasa berbagai elemen pada 28 Oktober 2020, aparat kepolisian juga akan melakukan pengamanan di sejumlah ruas wilayah Jakarta. Pihaknya pun sudah melakukan persiapan pengalihan arus di tempat-tempat yang menjadi sasaran unjuk rasa.

“Kita mendengar berbagai elemen akan demo tanggal 28 [Oktober] nanti, tanggal 1 [November], dan seterusnya. Kita sudah menyiapkan pengalihan, karena sasarannya kemarin-kemarin ke Istana, mungkin ke depan sudah ada perubahan,” ujar Sambodo.

Diungkapkannya lagi, para unjuk rasa diperkirakan akan berdemonstrasi di dekat Gedung DPR dan Istana Presiden Jakarta.

“Ada yang sasarannya ke gedung DPR. Tidak seluruhnya ke Istana. Istana kita jaga, DPR kita jaga, termasuk tempat-tempat lain yang akan menjadi sasaran unjuk rasa,” ungkap Sambodo

“Jadi di saat bersamaan kita melaksanakan kegiatan tersebut. Kita bagi anggota dengan baik, sehingga ketiga kegiatan dapat kita laksanakan dengan baik,” lanjut Dirlantas.

Baca juga: Libur Panjang, Kendaraan Keluar Jakarta Diprediksi Naik 21,7 Persen

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono melepas tim perwira pengamat wilayah (Pamatwil) di Lapangan NTMC Polri pada Senin, 26 Oktober 2020. Pelepasan tim ini dalam rangka operasi zebra pengamanan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 28 Oktober 2020.

Menurut dia, operasi zebra sekaligus pengamanan libur panjang ini akan mengedepankan upaya-upaya humanisme serta mengedukasi kesadaran masyarakat dalam berkendara. Karena, operasi zebra saat ini terkait penanganan pencegahan virus COVID-19.

“Konsep operasi yang digelar mengedepankan upaya-upaya edukasi dan penerangan serta membangun kesadaran masyarakat. Operasi Zebra dilaksanakan secara simpatik, persuasif, dan humanisme mengingat dalam kondisi pandemi COVID-19," kata Istiono di Kantor NTMC Polri.

Ia mengatakan dalam pengamanan libur panjang ini tentu kerja sama dengan stakeholder terkait seperti Kementerian Perhubungan, Jasa Raharja, dan lainnya agar pengamanan arus lalu lintas libur panjang berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami sudah rekayasa lalu lintas mengantisipasi terjadinya lonjakan arus kendaraan seperti contra flow, pengaturan buka tutup rest area, pengaturan gerbang tol dengan menambah petugas dan pengaturan di kapal penyeberangan,” ujarnya.

Dalam pengamanan libur panjang dan Operasi Zebra, Istiono mengatakan ada 160.916 personel aparat gabungan yang diterjunkan terdiri dari 94.170 personel Polri, 24.448 personel TNI, dan unsur terkait 42.298 personel.

Selain itu, terdapat 645 Pos Keamanan dan Pos Terpadu yang difokuskan di jalur tol, rest area, jalur arteri, lokasi wisata, dan jalur alternatif ataupun tempat penyeberangan ASDP. (ren)