Liburan di Italia, Ini Kronologi Atta Halilintar dan Rombongan Nyaris Jadi Korban Pemalakan

Fimela.com, Jakarta Beberapa waktu lalu, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah bersama buah hatinya, Ameena Hanna Nur Atta menghabiskan waktu dengan berlibur ke Italia. Mereka juga mengajak rombongan tim YouTube dan pengasuh Ameena.

Namun siapa yang menyangka jika Atta Halilintar mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan. Pasalnya ia dan rombongannya nyaris menjadi korban pemalakan di Italia.

Hal tersebut diketahui dari vlog yang berjudul "ATTA AUREL DIPALAK DIITALY, HATI HATI GUYS" di channel YouTube AH yang diunggah beberapa waktu lalu. “Guys, tadi kita baru nyampe. Emang rada-rada bahaya guys,” ujar Atta Halilintar sambil terus berjalan.

Kronologi

Aurel han Atta Halilintar memang dikenal selalu tampil serasi di berbagai kesempatan. Ketika liburan ke luar negeri, keduanya tampak mengenakan busana simple. Meski terkesan sederhana, pasangan selebriti ini terlihat begitu stylish. (Liputan6.com/IG/@aurelie.hermansyah)
Aurel han Atta Halilintar memang dikenal selalu tampil serasi di berbagai kesempatan. Ketika liburan ke luar negeri, keduanya tampak mengenakan busana simple. Meski terkesan sederhana, pasangan selebriti ini terlihat begitu stylish. (Liputan6.com/IG/@aurelie.hermansyah)

Atta Halilintar pun menjelaskan kronologi dari pelaku pemalakan. Mulanya rombongannya itu diberi bunga mawar oleh seseorang yang tak dikenal. Akan tetapi, orang itu terus menerus memepet salah satu timnya dan menunjukan gelagat mencurigakan.

“Jadi pas baru nyampe, tiba-tiba kita dikasih bunga mawar. Tasnya Pak Dadang dideketin terus, dipegang-pegang gitu. Ngeri, tadi kita udah kayak panik terus dia ‘hey mister hey mister’,” kata Atta.

Turki

Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Saat Liburan di Italia. (instagram.com/attahalilintar)
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Saat Liburan di Italia. (instagram.com/attahalilintar)

Pengalaman serupa juga pernah terjadi ketika Atta berlibur di negara Eropa lain, seperti Turki dan Perancis. Bahkan di Turki, salah satu editor Atta sudah jadi korban.

"Karena waktu itu kita pernah di Turki, editorku kayak dirampok gitu guys, ditabrak, terus orangnya ngambil barangnya, handphone, kantong semua dirogoh-rogoh, dia lari bawa kotak kayak wifi gitu," ungkap Atta.

"Dulu di Paris juga gitu, dikasih mainan Paris gitu, abis itu ditagihnya nggak masuk akal. Misalnya gantungan kunci, kita dimintain misalnya Rp 800 ribu, atau satu juta," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel