Liga 1: Carlos Fortes Termotivasi dengan Adanya Striker Berlabel Timnas di Arema FC

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Persaingan lini depan Arema FC bakal lebih sengit tahun ini setelah meresmikan striker asing, Carlos Fortes. Ketika ditanya apakah tertekan dengan adanya penyerang berlabel timnas di lini depan, ia justru termotivasi.

Penyerang asal Portugal ini tentu diproyeksikan sebagai pemain inti. Meskipun pelatih Eduardo Almeida berujar jika dia tidak akan membedakan pemain asing dan lokal.

Selain Carlos Fortes, Arema sebenarnya sudah punya barisan striker berlabel timnas. Seperti Kushedya Hari Yudo, M. Rafli dan Dedik Setiawan.

Hanya sja, nama terakhir masuk dalam skuat Timnas Indonesia pada 2019 lalu. Dedik absen ke timnas karena cedera lutut dan mengharuskannya naik meja operasi.

Terkait persaingan di lini depan, Fortes melihat itu sebagai hal yang wajar. Striker 26 tahun ini justru senang jika perebutan sebagai strarter lebih sengit.

“Kompetisi di posisi saya makin membuat semangat. Bagus jika ada pemain label timnas di Arema FC. Buat saya makin termotivasi,” jelas pemain berambut gimbal ini.

Mirip tapi Beda

Penyerang Timnas Indonesia, M Rafli (kiri) melakukan selebrasi bersama Kushedya Hari Yudo usai menjebol gawang Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Penyerang Timnas Indonesia, M Rafli (kiri) melakukan selebrasi bersama Kushedya Hari Yudo usai menjebol gawang Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Jika melihat cara bermain Fortes, dia bisa bermain di beberapa posisi. Seperti penyerang utama alias targetman dan penyerang sayap kanan-kiri.

Meski di klub sebelumnya, Vilafranquense, dia hanya mencetak dua gol di musim terakhirnya, Eduardo yakin jika strikernya ini punya kualitas bagus. Tapi dia akan melihat perkembangannya dalam sesi latihan.

“Keputusan tentu serahkan kepada pelatih memilih pemain untuk jadi starter,” jelas Fortes.

Sebenarnya dari cara bermain, Yudo, Dedik dan Fortes hampir sama. Tapi secara postur, Fortes lebih kokoh. Sehingga dia akan berguna saat Arema melawan tim yang punya barisan pertahanan tangguh.

Seperti lawan Persib Bandung yang punya duet stoper Victor Igbonefo dan Nick Kuipers. Atau tim lain yang punya karakter pemain bertahan serupa.

Jika berbicara soal karakter strategi Almeida. Dia suka menggunakan dua atau tiga striker. Jika dua striker, Tentu Fortes harus bersaing lebih keras. Jika menggunakan striker, sepertinya tugas sebagai ujung tombak lebih besar diberikan kepadanya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel