Liga 1 Ditunda Hingga 2021, Harusnya Jauh Lebih Siap Lagi

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – PSIS Semarang menghormati keputusan PSSI yang memutuskan untuk menunda kompetisi, mulai dari Liga 1, Liga 2, hingga Liga 3. Dalam surat yang dikirimkan kepada klub, tertera kemungkinan akan dimulai lagi pada awal 2021.

Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengusulkan untuk tidak menggelar kompetisi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang. Karena itu pasti memberatkan klub.

"Kami menghormati penuh segala keputusan PSSI. Jauh-jauh hari, PSIS sebetulnya juga sudah mengusulkan terkait beratnya mengarungi kompetisi di tengah pandemi dan beberapa risikonya," kata Yoyok, dikutip dari laman resmi klub.

Keputusan untuk menunda kompetisi sepakbola di Indonesia sampai awal 2021 dihasilkan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada Rabu malam WIB 28 Oktober 2020. Kebetulan Yoyok adalah salah satu anggotanya.

Karena itulah, dia menganggap keputusan ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah Republik Indonesia dalam menanggulangi COVID-19. Dan kompetisi tentunya akan lebih siap lagi jika diputar kembali.

"Pasti ada hikmah di balik penundaan kali ini. Ini waktunya kita semua sama-sama mendukung pemerintah menanggulangi COVID-19 supaya kompetisi ke depan jauh lebih baik dan jauh lebih siap pada saat diputar kembali," katanya.

Kepada para pemain PSIS yang sudah diliburkan, Yoyok berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan juga kondisi fisik. Sehingga ketika nanti dipanggil kembali untuk persiapan, mereka mudah beradaptasi.

"Untuk pemain-pemain PSIS di mana pun berada. Jaga kesehatan dan kondisi fisik. Manfaatkan terlebih dahulu waktu berkumpul dengan keluarga sebelum kita berjuang lagi menghadapi kompetisi Liga 1," tuturnya.

Lanjutan Liga 1 musim ini memang penuh akan drama. Awalnya PSSI merancang kompetisi dimulai lagi pada Oktober 2020. Semua tim sudah menggelar persiapan beberapa bulan sebelumnya.

Namun, ketika mendekati harinya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengumumkan penundaan. Alasannya mereka tidak mendapat izin keramaian dari pihak Kepolisian.

Pihak Kepolisian beralasan tidak mengeluarkan izin keramaian karena tingkat pandemi COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Ditambah lagi ada sejumlah agenda pemilihan kepala daerah.

Pada 13 Oktober 2020, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan klub menggelar pertemuan di Yogyakarta. Semuanya sepakat untuk merancang lagi waktu bergulirnya kompetisi pada November 2020. Tapi lagi-lagi rancangan jadwal itu tidak bisa dieksekusi.