Liga 1 Ditunda, Launching Jersey Persebaya Ikutan Mundur

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim Liga 1 yang belum meluncurkan seragam terbarunya untuk Liga 1 2021/2022. Hal itu merupakan salah satu imbas dari mundurnya sepak mula kompetisi musim ini.

Sedianya Liga 1 bakal digulirkan pada tanggal 9 Juli lalu dengan laga Persija Jakarta versus PSS Sleman menjadi laga pembuka. Namun, peningkatan kasus positif Covid-19 di Pulau Jawa tak bisa diabaikan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, akhirnya membuat keputusan berat untuk menunda awal kompetisi musim ini. Pemerintah pusat lantas membuat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli nanti.

"Persebaya Store sudah prepare jauh-jauh hari, meskipun memang pandemi Covid-19 dalam setahun setengah ini tidak bisa diprediksi. Kami bisa merancang tetapi tidak bisa memastikan keadaan besok atau lusa seperti apa," ungkap Manajer Persebaya Store, Arizal Perdana Putra.

Padahal rilis jersei itu sebenarnya telah disiapkan sebelum tanggal bergulirnya Liga 1. Namun dengan penundaan ini, mereka memilih menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan jubah anyar Rendi Irwan dkk.

"Kami sudah rancang, sudah siapkan juga untuk perilisan (jersei) Liga 1 2021/22. Tetapi lagi-lagi dengan apa yang ada sekarang, kami juga harus melihat situasi dan kondisi," imbuhnya.

Produksi Terganggu PPKM Darurat

Jersey pramusim Persebaya dibanderol Rp 250 ribu, bisa diperoleh di Persebaya store. (Bola.com/Aditya Wany)
Jersey pramusim Persebaya dibanderol Rp 250 ribu, bisa diperoleh di Persebaya store. (Bola.com/Aditya Wany)

PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali harus diakui memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Pekerja harian mungkin yang paling merasakan imbasnya akibat pembatasan ruang gerak dalam beraktivitas.

Hal ini pun juga menyulitkan Persebaya Store dalam memproduksi jersei terbaru mereka untuk musim ini. Sebagai klub yang memilih menggunakan apparel sendiri, mereka menghadapi kesulitan luar biasa untuk tetap produktif di masa PPKM Darurat.

"Secara operasional memang terkendala karena memang ini second wave (Covid-19) luar biasa. Kami yang vendor dan suppliernya ada di Indonesia, ketika ada kebijakan seperti ini (PPKM Darurat) pasti ke belakang juga sangat berpengaruh," jelas Rizal.

"Mereka juga harus menata kembali secara operasional seperti apa. Karena kami enggak pengin supply sama demand terganggu. Itu yang jadi fokus kami untuk menyelesaikan ini biar kami bisa melakukan ini sesuai rencana,"tandasnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel