Liga 1 Enggak Jalan-jalan, Pelatih PSIS Geregetan dengan PSSI

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Semarang - Rencana Liga 1 2021/2022 baru akan bergulir pada akhir Agustus 2021 mendapat respons kurang bagus dari pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic. Juru taktik asal Serbia itu mengaku gerah dengan sikap federasi maupun operator kompetisi.

Pasalnya, sejak Maret tahun lalu, PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak pernah memberikan kepastian terkait nasib Liga 1. Sehingga, apapun yang diwacanakan oleh stakeholder sepak bola Indonesia itu tidak bisa dipercaya.

"Saya tidak ingin membicarakan ini. Karena terlalu banyak kebohongan yang saya dengar dari Maret tahun lalu," kata Dragan kepada Bola.net.

"Jadi saya tidak percaya apa-apa. Saya bosan mendengarkan kebohongan PSSI setiap bulan," tegas mantan juru taktik Borneo FC tersebut.

Dragan mengatakan PSSI tidak pernah belajar dari Liga 1 musim lalu. Kondisi makin menunjukkan bahwa orang-orang yang ada di dalamnya tidak kompeten.

Heran dengan Pengurus PSSI

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic kembali berkumpul dengan para pemainnya dalam sesi latihan di Stadion Citarum, Jumat (19/3/2021). (Dok PSIS Semarang)
Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic kembali berkumpul dengan para pemainnya dalam sesi latihan di Stadion Citarum, Jumat (19/3/2021). (Dok PSIS Semarang)

Dragan juga mempertanyakan bagaimana orang-orang yang memimpin PSSI bisa dipilih. Sebab, mereka dinilai tidak punya kapasitas untuk menjalankan kompetisi di Indonesia.

"Mereka tidak kompeten. Mereka hanya omong kosong! Mereka tidak tahu apa-apa!" tegas Dragan.

"Tidak jelas bagi saya siapa yang memilih orang-orang ini untuk memimpin federasi," tutur pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Sumber: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy/Serafin Unus Pasi published Jumat 16/7/2021)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel