Liga 1: Ini Hasil Komunikasi Arema dengan Konsultan Internasional untuk Bangkit dari Situasi Sulit Pasca-Tragedi Kanjuruhan

Bola.com, Malang - Manajemen Arema FC sudah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara Senin (7/11/2022). Mereka antara lain; Badiuzzaman Jamhari (Inggris), Andrea Poggio (Italia) dan Soner Bicikci (Turki).

Tujuannya tak lain untuk meminta masukan terkait apa yang harus dilakukan Arema FC pasca-tragedi Kanjuruhan dan menatap lanjutan Liga 1 2022/2023.

Di sisi lain mmanajemen tim berjuluk Singo Edan dalam situasi sulit, di mana Aremania juga sedang fokus menuntut keadilan atas hilangnya 135 nyawa dalam tragedi itu.

Dapat Masukan

Para pemain Arema FC mengadakan pertemuan dengan psikolog pasca-tragedi Kanjuruhan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Para pemain Arema FC mengadakan pertemuan dengan psikolog pasca-tragedi Kanjuruhan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dari pertemuan dengan konsultan asing, ada satu masukan utama yang didapat. Manajemen Arema diminta segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.

“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan secara daring ini. Mulai bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya,” ungkap manajer international affair Arema FC, Fuad Ardiansyah.

“Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan. Seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” lanjut dia.

Kepercayaan Publik

Para pemain Arema FC mengadakan pertemuan dengan psikolog pasca-tragedi Kanjuruhan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Para pemain Arema FC mengadakan pertemuan dengan psikolog pasca-tragedi Kanjuruhan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting ke depan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal.

Selain itu pihak Kepolisian, PT Liga Indonesia Baru, dan PSSI juga sedang merumuskan pengamanan yang dalam kompetisi nanti.

“Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter militan seperti di Arema FC. Untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC ke depan,” tambah Fuad.

Bisa Bangkit Lagi

Para pemain Arema FC berlatih dengan didampingi psikolog. (Dok Arema FC)
Para pemain Arema FC berlatih dengan didampingi psikolog. (Dok Arema FC)

Dalam pertemuan tersebut, Badiuzzaman Jamhari yang tinggal di London melihat Arema FC memiliki modal yang cukup untuk bangkit.

“Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa. Ini modal yang kuat,” jelasnya.

Tim Pemulihan

Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Selain Fuad Ardiansyah, pihak Arema FC juga diwakili oleh Sudarmaji (Media Officer), Muhammad Yusrinal Fitriandi (Manajer Bisnis) dan satu anggota tim pemulihan, Ronnie Suhatril dalam diskusi tersebut.

Nama terakhir merupakan mantan match commisioner PSSI. Dia sudah tiba di Malang untuk segera bekerja sebagai tim pemulihan. Selain Ronnie, ada beberapa nama berpengalaman di sepak bola nasional yang dikabarkan akan bergabung dalam tim ini. Seperti Ratu Tisha, Djoko Driyono hingga Wibie Andreas.

Yuk Tengok Peringkat Arema di Liga 1 Musim Ini