Liga 1 Kembali Ditunda, PSIS Tidak Terkejut

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Semarang - Pelaku sepak bola Indonesia harus kembali menerima kenyataan pahit karena kompetisi Liga 1 2021/2022 yang seharusnya digelar pada 9 Juli 2021, terpaksa harus ditunda karena angka kasus COVID-19 yang meningkat tajam. PSIS Semarang sebagai satu di antara 18 klub yang menjadi kontestan, tidak terkejut dengan keputusan tersebut.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku federasi sepak bola dan operator kompetisi di Indonesia harus menunda rencana pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang akan digelar Juli mendatang.

Keputusan itu diambil setelah PSSI dan PT LIB menerima surat dari BNPB mengenai imbauan untuk menunda pelaksanaan kompetisi terkait meningkatnya angka COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

Situasi itu membuat publik sepak bola Indonesia kecewa, terutama pemain di dalam tim yang menjadi peserta. Persiapan yang sudah dilakukan sejak lama, hingga mengeluarkan biaya besar untuk memenuhi kebutuhan gaji pemain dan operasional tim, tentu menjadi pertimbangan yang merugikan.

Hal tersebut dirasakan oleh PSIS Semarang. Hanya saja, nasib pelaksanaan kompetisi yang terombang-ambing tidak membuat tim Mahesa Jenar terkejut. Justru sebelumnya hal tersebut sudah diantisipasi oleh PSIS.

"Seperti yang saya sampaikan dari awal bahwa COVID-19 ini tidak ada yang bisa memastikan. Artinya, sampai kapan pun tidak ada yang tahu. Kami yakin semua klub terdampak, terutama menyangkut keuangan," ujar General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto, Rabu (30/6/2021).

Seperti Deja vu

GM PSIS Semarang, Wahyu Winarto di tengah lapangan usai PSIS menang atas Bali United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (15/11/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
GM PSIS Semarang, Wahyu Winarto di tengah lapangan usai PSIS menang atas Bali United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (15/11/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Masih kuat dalam ingatan GM PSIS Semarang itu, bagaimana nasib Liga 1 musim 2020 yang akhirnya dihentikan dan digugurkan. Klub sudah berdarah-darah dalam menyiapkan tim, namun nyatanya liga tetap tidak bisa berjalan hingga pergantian tahun.

Sementara kondisi saat ini, mungkin ada tim yang sudah dua bulan persiapan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara itu, operator kompetisi juga belum memberikan subsidi untuk klub.

"Klub harus menggaji pemain, kebutuhan latihan, itu biayanya besar. Nanti akhir Juli apakah pasti dilanjutkan? Tidak ada yang tahu karena pandemi ini memang cukup luar biasa, hampir di semua daerah," lanjut pria yang akrab disapa Liluk itu.

"Saya berharap segera ada kepastian. PSIS realistis saja. Apakah mampu jika kompetisi ini dilaksanakan," jelasnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel