Liga 1: Milomir Seslija Butuh Waktu Kembangkan Kemampuan Pemain PSM

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Pelatih anyar PSM Makassar, Milomir Seslija mengungkapkan butuh waktu untuk mengembangkan kemampuan pemain Juku Eja. Hal itu diungkap pelatih asal Bosnia itu kepada awak media Makassar setelah memimpin latihan reguler PSM di Lapangan Bosowa Sport Centre, Kamis (8/7/2021).

Mantan pelatih Arema FC itu menjelaskan berdasarkan pengamatannya dalam beberapa hari latihan tim, baru ada 12-13 pemain yang siap pakai dan bisa diandalkan untuk berkiprah di Liga 1 2021/2022.

"Jumlah pemain ini tentu tak cukup untuk bersaing di kompetisi dengan durasi waktu yang lama," tegas Milo, sapaan karibnya.

Milo yakin dengan program latihan yang sudah ia siapkan, kemampuan pemain bakal meningkat. Di matanya, semangat dan motivasi tinggi yang ditunjukkan para pemainnya dalam latihan jadi alasan utamanya.

"Saya senang dengan karakter pemain PSM. Saya juga melihat ada peluang mengembangkan potensi pemain muda dalam tim ini," terang Milo.

Di lain pihak, Milo tak menampik dirinya butuh tambahan pemain asing untuk meningkatkan kualitas timnya. "Pemain yang datang nanti harus memiliki kemampuan yang bisa diandalkan. Tentunya, tak mudah untuk mendapatkannya. Kita lihat saja nanti."

Sebelumnya, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain asing. Rencananya, kalau berjalan lancar, pemain bidikan sudah tiba di Indonesia pekan depan.

Alasan Memilih PSM

Logo PSM Makassar. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo PSM Makassar. (Bola.com/Dody Iryawan)

Pada kesempatan itu, Milo menuturkan alasan dirinya menerima tawaran manajemen PSM untuk menangani tim di Liga 1 2021/2022. Selain mengenal PSM sebagai tim yang menyimpan ambisi besar di setiap musim, skuad Juku Eja didukung suporter yang fanatik.

"Saya juga melihat setiap orang di PSM melakukan tugasnya dengan baik tanpa saling intervensi," tegas Milo.

Milo menjelaskan keterlambatan dirinya bergabung dalam tim meski negosiasinya dengan manajemen PSM terbilang lancar. Menurut Milo, di tengah pandemi COVID-19, tak mudah buat seseorang bepergian dari satu negara ke negara lain.

"Ada sejumlah dokumen tambahan yang harus diurus. Dan itu memakan waktu sampai dua pekan," pungkas Milo.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel