Liga 1: Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Sebut Tim Butuh Pemain Baru di Lini Tengah, tapi...

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang terancam tidak bisa mendatangkan pemain baru untuk memenuhi kebutuhan tim menuju Liga 1 2021. Pasalnya, anggaran yang dimiliki cukup terbatas.

Hal di atas diungkapkan pelatih PSIS, Dragan Djukanovic. Menurutnya timnya butuh tambahan pemain di lini tengah. Namun, hal itu sulit direalisasikan dengan anggaran yang ada.

"Kami memiliki anggaran terbatas jadi kami akan mencoba mencari sesuatu tetapi itu akan sulit," katanya mengutisp situs Bola.net.

"Karena kami tidak punya uang untuk dibelanjakan," imbuh juru taktik asal Serbia tersebut.

PSIS membutuhkan sedikitnya 2 sampai 3 gelandang lokal. Hal itu berdasar evaluasi tim pelatih setelah tampil di Piala Menpora.

Promosikan Pemain Muda

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic (kiri) menerima kartu merah dari wasit Thoriq Alkatiri saat menghadapi Barito Putera dalam laga Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). PSIS bermain imbang 3-3 dengan Barito Putera. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic (kiri) menerima kartu merah dari wasit Thoriq Alkatiri saat menghadapi Barito Putera dalam laga Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). PSIS bermain imbang 3-3 dengan Barito Putera. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, kata Dragan, dirinya tidak punya solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kemungkinan besar dirinya akan mempromosikan beberapa pemain muda PSIS di ajang Liga 1 2021.

"Kami tidak punya banyak solusi. Kami akan mempromosikan pemain muda," tegas pelatih asal Serbia tersebut.

Di sisi lain, PSIS memutuskan untuk melepas sejumlah pemain di beberapa posisi. Alasannya karena komposisinya terlalu menumpuk.

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Mustopa El Abdy (Published 19/05/2021)

Saksikan Video Pilihan Kami:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel