Liga 1: PPKM Darurat Jawa-Bali, PSS Liburkan Aktivitas

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Sleman - Tingginya kasus COVID-19 tidak hanya berdampak pada penundaan Liga 1 2021/2022. Klub juga mulai meliburkan aktivitas, satu di antaranya PSS Sleman.

Pemerintah menerapkan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali mulai 3 - 20 Juli, untuk menekan penyebaran wabah. Adapun sejumlah kegiatan di masyarakat khususnya menimbulkan kerumunan untuk sementara dilarang.

Selama masa diberlakukannya PPKM darurat itu, seluruh elemen di PSS bakal mematuhinya. Seperti yang disampaikan oleh dokter tim PSS, Elwizan Aminuddin usai sesi latihan, Jumat (2/7/2021).

"PSS tentu akan ikuti anjuran pemerintah dengan adanya PPKM darurat. Misal pun ada kegiatan yang berjalan, kami tetap akan jalani dengan menaati protokol kesehatan yang ketat," terangnya.

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic turut menanggapi adanya pembatasan kegiatan di masyarakat yang perlu dipatuhi. Selain latihan, agenda di timnya seperti uji coba, untuk sementara juga ditunda.

"Kami stop untuk sebentar dan melihat situasi COVID-19. Kita semua harus aman dulu, tidak mau ambil risiko. Semoga semua segera normal kembali," beber Dejan Antonic.

Protokol Kesehatan Ketat

PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Di sisi lain, penerapan protokol kesehatan di lingkungan PSS Sleman ikut diperketat. Manajemen mewajibkan seluruh anggota tim hingga manajemen melakukan swab test antigen secara rutin satu minggu sekali.

"Kami juga menghimbau tim untuk selalu menjalankan protokol kesehatan ketat seperti cuci tangan, jauhi keramaian, tidak keluar apabila tidak ada hal yang darurat dan penting sekali," tuturnya.

"Begitu juga saat turun dari bus atau mengambil minuman, para pemain harus memakai handsanitizer, tidak berpelukan antar pemain kecuali saat latihan ada kontak fisik," jelas Elwizan Aminuddin.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel