Liga 1: Sama-sama Baru Menjalani Operasi Lutut, Nasib Galih Akbar Febrian dan Agil Munawar di Persik Berbeda

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Kediri - Manajemen Persik Kediri membuat keputusan cukup kontroversial dalam rekrutmen pemain musim 2021 ini. Terutama soal kontrak dua pemain, yakni Galih Akbar Febrian dan Agil Munawar.

Yang menarik, kedua pemain ini sama-sama baru sembuh dari cedera ACL. Galih Akbar, local hero asli Kediri, harus tersingkir dari skuat Persik Kediri untuk musim 2021. Dia melakukan operasi pada 5 Oktober 2020.

Soal loyalitas dan prestasi bersama Persik, Galih Akbar jelas jauh di atas Agil Munawar. Kontribusi gelandang bertahan ini tidak diragukan lagi. Dia adalah kapten tim saat mengangkat Persik dari keterpurukan. Galih tidak hanya memberi gelar juara Liga 3 2018. Dia sekaligus dinobatkan sebagai Pemain Terbaik.

Pada 2019, Galih Akbar bersama Taufik Febriyanto (kini di Persita), menjadi filter sektor tengah saat Persik menyabet gelar juara Liga 2.

Sementara Agil Munawar bernasib lebih baik dibanding Galih Akbar tahun ini. Mantan bek Arema FC ini menjalani operasi lutut 20 Januari 2021 lalu. Setelah menjalani trial beberapa hari langsung disodori kontrak.

Sedangkan nasib Galih Akbar sempat terkatung-katung cukup lama. Manajemen Persik Kediri baru memutuskan tidak memperpanjang kontrak Galih. Padahal pemain lama dan baru telah mengantongi kontrak di Persik. Kini Galih Akbar sedang mengadu nasib di klub Liga 2, PSCS Cilacap.

Mendapatkan Kritik dari Penggemar

Gelandang Persik Kediri, Galih Akbar Febrian, saat menjalani perawatan pasca operasi ACL di RS Al Irsyad, Surabaya. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Gelandang Persik Kediri, Galih Akbar Febrian, saat menjalani perawatan pasca operasi ACL di RS Al Irsyad, Surabaya. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Tak pelak lagi. Keputusan manajemen Persik Kediri mendepak Galih Akbar dan mengikat Agil Munawar ini menimbulkan kekecewaan bagi publik Kediri.

"Belajar menghargai jasa seseorang itu lebih baik daripada mengutamakan gengsi. Gini mau maju?" tulis adinprastya di akun Instagram @bolakediri menyikapi keputusan manajemen Persik tak mengontrak Galih Akbar.

Dari akun yang sama, @maskomp.id mengkritik kebijakan tersebut. Secara tersirat komentar yang ditulis menyebut ada perlakuan tak adil pemain asal Kediri dan Malang. Apalagi pelatih Joko Susilo pernah bersama Agil Munawar di Arema FC.

"Seng teko Malang mok jupuki, seng asli Kediri mok saduki...wes mboh ra teko mikir aq (yang dari Malang kamu ambil, yang asli Kediri kamu tendang...ya udah tak mampu berpikir aku)," tulis @markomp.id.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel