Liga 1 Tak Jelas, Finansial Persib Babak Belur

Yudhi Maulana, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, enggan berkomentar banyak terkait situasi sulit yang dialami pemainnya karena kompetisi Liga 1 tak kunjung mendapat kejelasan.

Seperti diketahui, kondisi Supardi Nasir cs tengah menderita. Armada Maung Bandung dikabarkan kehilangan motivasi dan kesulitan finansial, terlebih dengan kebijakan pemotongan gaji 25 persen.

"Ya gak bisa komentarin karena itu keputusan PSSI dan memang gimana tidak ada pertandingan ko. Kalau gaji 25 persen lancar sampai Desember (2020) kemarin,"ujar Teddy kepada wartawan.

Teddy mengatakan, masalah finansial tidak hanya dialami para pemain tapi juga klub sendiri. Manajemen Persib harus memutar otak untuk mencari dana agar klub tetap eksis meski kompetisi terhenti sejak Maret 2020 lalu.

"Gimana gak ada pertandingan klub juga pusing. Kalau gak ada pertandingan gak ada pemasukan, malah kita yang rugi babak belur,"terangnya.

Sejauh ini, manajemen Persib masih menunggu keputusan resmi dari PSSI terkait kelanjutan kompetisi. Manajemen berharap ada sikap tegas dari federasi mengenai kompetisi.

PSSI sendiri berencana menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) pertengahan Januari tahun ini. Pertemuan tersebut untuk untuk membahas nasib Liga 1 dilanjut atau diakhiri.