Liga 1 yang Semakin Tak Menentu, Persib Pusing Bukan Main

Riki Ilham Rafles, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajemen Persib Bandung tengah dibuat pusing dengan ketidakjelasan lanjutan Liga 1. Sebab, hingga sekarang PSSI belum memberikan keterangan resmi kapan rencana itu bakal dieksekusi.

Semula, Liga 1 dijadwalkan bergulir Oktober 2020, tetapi batal karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian. Alasannya ketika itu tingkat pandemi COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Belum lagi ada sejumlah agenda pemilihan kepala daerah.

Pada 13 Oktober 2020, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan klub Liga 1 dan Liga 2 bertemu di Yogyakarta. Mereka sepakat untuk merancang kembali lanjutan kompetisi pada November 2020.

Tapi semua itu masih belum pasti, karena ditentukan oleh izin kepolisian. Dan hasilnya seperti sekarang ini, tak ada kejelasan yang bisa membuat klub tenang.

Bahkan sempat muncul pernyataan dari PSSI yang bakal tetap melanjutkan sisa pertandingan musim ini. Tak peduli kapan pun, jika tidak dapat izin kepolisian sampai Desember 2020, maka Januari 2021 status kompetisi tetap lanjutan.

Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono mengaku pusing memikirkan kejelasan kompetisi. Bahkan ketika November 2020 sudha dekat, tak ada kabar dari PSSI dan PT LIB.

"Belum ada kabar nih, pusing. Belum ada rencana pertemuan juga (PSSI dan LIB)," ujar Teddy kepada wartawan.

Kondisi tersebut tentunya berdampak besar terhadap Skuad Maung Bandung, baik moril maupun materi. Namun, Teddy enggan membocorkan nominal kerugian yang didapat timnya akibat ketidakjelasan kompetisi.

"Iya pusing banget, banyak deh pokoknya. Kalau itu (rugi materi) no comment," ucapnya.

Kendati begitu, manajemen tetap meminta timnya untuk berlatih sambil menunggu pengumuman resmi dari PSSI. Teddy berharap kompetisi Liga 1 bisa kembali dilanjutkan.

"Saya terus tekankan kita butuh kepastian kapan liga akan mulai, sehingga kita bisa membuat perencanaan. Apabila liga mulai Januari 2021, maka kita akan libur dulu," katanya.