Liga 2: Kena PHP PSCS, Jaya Hartono Kecewa Berat

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Cilacap - Klub Liga 2, PSCS Cilacap mengumumkan pelatih barunya, untuk mengarungi kompetisi musim 2021. Mantan pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae, yang ditunjuk sebagai nakhosa anyar Pasukan Hiu Selatan.

Frans Sinatra Huwae diumumkan sebagai pelatih PSCS dibantu tiga asistennya yakni Mohamad Yahya, Maidiansyah, dan Indrajaya. Mereka diumumkan PSCS melalui instagram resmi klub, Selasa (18/5/2021).

Di balik penunjukkan itu, pelatih PSCS sebelumnya, Jaya Hartono, merasa kecewa. Jaya merasa di-PHP oleh manajemen PSCS.

Pria asal Kediri itu sedianya merupakan pelatih PSCS sejak musim 2019, termasuk saat sukses membawa klub jadi runner-up Liga 3 saat itu. Jaya Hartono mengaku sebenarnya masih diikat PSCS meski belum resmi.

Bahkan dirinya diwanti-wanti agar tidak menerima tawaran dari klub lain sebelum manajemen PSCS memanggilnya lagi untuk persiapan tim menyongsong Liga 2 musim ini. Jaya Hartono pun mengungkapkan rasa kecewanya.

"Secara profesional, saya tentunya selalu siap dengan keputusan manajemen PSCS terkait penunjukan pelatih kepala. Namun secara pribadi, saya kecewa karena manajemen dalam hal ini Ketua Umum PSCS Cilacap Bambang Tujiatno sama sekali tidak ada komunikasi dengan saya hingga Selasa malam (18/5/2022) tentang status saya di PSCS," terang Jaya Hartono, Rabu (19/5/2021).

Eks pelatih PSCS Cilacap, Jaya Hartono. (Dok PSCS Cilacap)
Eks pelatih PSCS Cilacap, Jaya Hartono. (Dok PSCS Cilacap)

Menurut Jaya Hartono, dia diminta oleh manajemen PSCS Cilacap untuk tetap berkomitmen hingga kompetisi Liga 2 2021 bergulir. Karena itu, dia menutup harapan melatih klub lain.

"Padahal, sejak latihan terakhir PSCS pada bulan September 2020 silam, beliau (manajer PSCS) meyakinkan saya untuk tetap berkomitmen bertahan di PSCS musim berikutnya (2021). Saya diminati dua tim asal Sumatera pun, saya tolak karena komitmen saya pada PSCS cilacap," tuturnya.

"Tidak ada pemberitahuan sama sekali, dan bahkan kesannya malah dibiarkan begitu saja. Ini yang membuat saya kecewa karena justru tahu dari medsos. Kalaupun memang saya tidak ditunjuk lagi, alangkah baiknya manajemen klub memberitahu jauh-jauh hari," imbuh mantan pelatih Persik Kediri dan Persib Bandung itu.

Sampaikan Maaf

Jaya Hartono menjadi satu di antara 286 orang yang mendapat penghargaan di acara Anugerah Legenda Olahraga Indonesia di Jakarta, Rabu (13/12/2017). (Bola.com/Gatot Susetyo)
Jaya Hartono menjadi satu di antara 286 orang yang mendapat penghargaan di acara Anugerah Legenda Olahraga Indonesia di Jakarta, Rabu (13/12/2017). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Tak mau ambil pusing, Jaya Hartono segera bergegas ke Cilacap untuk mengemas barang-barang pribadinya. Ia mengaku sengaja meninggalkan beberapa barang di Cilacap, dengan tujuan awal masih tinggal di Kabupaten paling ujung barat daya Jawa Tengah tersebut.

Di sisi lain ia bakal segera mencari klub baru yang akan dilatihnya. Jaya Hartono dikait-kaitkan dengan klub kontestan Liga 2, selain mengisi waktu menjadi pelatih di tim Safin Pati Football Academy (SPFA) untuk kelompok usia di bawah 15 dan 16 tahun.

"Saya pergi untuk mengambil buku-buku dan barang-barang pribadi saya yang sejak awal memang sengaja saya tinggal karena komitmen yang saya pegang sejak tahun lalu. Dengan fakta seperti ini, saya merasa dimanusiakan," katanya.

"Saya ucapkan terima kasih pada suporter PSCS Cilacap yang selama ini selalu setia memberikan dukungan terbaiknya. Saya juga mohon maaf apabila selama saya bersama PSCS, ada kekurangan, kekhilafan dalam sikap maupun tutur kata," jelas Jaya Hartono.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel