Liga 2: Rendi Irwan Tak Bisa Pakai Nomor Favorit karena Suporter Deltras

Bola.com, Sidoarjo - Rendi Irwan terpaksa tidak bisa memilih nomor punggung 12 yang merupakan nomor favoritnya di Deltras FC. Alasannya, nomor itu memang harus dikosongkan karena jadi milik suporter Deltamania.

Ya, selama ini nomor 12 memang identik dengan suporter klub sepak bola. Suporter dianggap sebagai pemain ke-12 di lapangan karena juga mampu memberi dampak signifikan terhadap performa tim yang didukungnya.

Padahal, Rendi sudah sangat identik dengan nomor itu. Dia memakainya selama membela Persebaya pada 2017-2022. Saking khasnya, Rendi sampai dipanggil dengan sebutan “Rolas” yang berarti dua belas oleh rekan-rekan di Persebaya.

Gelandang asli Sidoarjo itu juga sempat mendirikan usaha kuliner bernama Pawon Rolas bersama istrinya. Lantas, nomor berapa yang akan dipilih oleh Rendi Irwan saat membela The Lobster?

“Saya akhirnya memilih nomor punggung 19. Dulu saat di Persija (Jakarta) dan Persik (Kediri), saya pakai nomor punggung 19. Jadi tidak masalah Yang penting saya sudah di sini, sudah bergabung bersama Deltras,” kata Rendi Irwan.

Bukan Kali Pertama

<p>Rendi Irwan saat diperkenalkan sebagai pemain baru Deltras FC untuk Liga 2 2022 di Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (26/4/2022). (Bola.com/Aditya Wany)</p>

Rendi Irwan saat diperkenalkan sebagai pemain baru Deltras FC untuk Liga 2 2022 di Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (26/4/2022). (Bola.com/Aditya Wany)

Masalah ini memang bukan kali pertama dihadapi Rendi Irwan. Saat bergabung Persija, dia juga tak bisa memakai nomor 12. Alasannya sama, nomor punggung itu tak boleh dipakai pemain untuk menghormati The Jakmania.

Sedangkan nomor 12 Persik sudah identik dengan legenda Harianto. Nomor itu sempat dipakai Sadek Sanaky pada 2017. Tapi, setelahnya nomor 12 Persik dipensiunkan untuk menghormati sang legenda.

Rendi awalnya sempat meminta nomor punggung 12 saat bergabung dengan Deltras. Tapi, setelah mengetahui sejarah Deltamania sebagai pemilik nomor 12, dia lebih memilih nomor lain demi menghormati suporter.

“Bagaimanapun juga, Deltamania adalah bagian dari kami. Jadi, saya sangat respek. Dulu banyak pemain top yang membela Deltras. Mulai Nurul Huda, termasuk Sutaji. Saya sangat senang melihat permainan mereka di stadion,’’ imbuhnya.

“Deltamania ini hampir sama dengan Bonek (suporter Persebaya). Dukungan dan antusiasme mereka dalam mendukung tim kebanggaan luar biasa. Saya harap dukungan Deltamania itu bisa jadi modal bagus untuk langkah Deltras musim depan,” tuturnya.

Merangkak Lagi

Deltras FC sempat menjadi kekuatan sepak bola nasional dengan nama Deltras Sidoarjo di era Indonesia Super League. Sayang, mereka turun ke Liga Nusantara alias kompetisi kasta ketiga pada 2015.

Sejak 2015 itulah, mereka berjibaku di kasta ketiga hingga berganti nama menjadi Liga 3. Baru pada musim lalu, klub berjulukan The Lobster itu serius promosi ke Liga 2 dan berhasil mencapainya di bawah arahan pelatih Ibnu Grahan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel