Liga Champions : 5 Klub Top yang Belum Pernah Memenangkan Trofi Si Kuping Besar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Trofi Liga Champions merupakan gelar paling bergengsi di ranah sepak bola. Memenangkan trofi yang dijuluki Si Kuping Besar berarti berada di puncak sepak bola.

Real Madrid menjadi klub yang paling banyak juara Liga Champions. Raksasa Spanyol itu telah 13 kali mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Klub Italia AC Milan di posisi kedua dengan tujuh trofi Liga Champions. Diikuti Bayern Munchen dan Liverpool yang masing-masing enam kali memenangkan klub trofi.

Tetapi, ada beberapa klub top yang belum pernah mengangkat trofi Si Kuping Besar. Berikut 5 klub topyang belum pernah juara Liga Champions seperti dikutip dari Sportskeeda:

5. Arsenal

Kiper Arsenal, Jens Lehmann (kiri), menerima kartu merah pada laga final Liga Champions melawan Barcelona, di Stade de France, 17 Mei 2006. (AFP/Gabriel Bouys)
Kiper Arsenal, Jens Lehmann (kiri), menerima kartu merah pada laga final Liga Champions melawan Barcelona, di Stade de France, 17 Mei 2006. (AFP/Gabriel Bouys)

Arsenal asuhan Arsene Wenger pernah menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di dunia. Klub Liga Inggris itu pernah diperkuat sejumlah pemain top dunia seperti Robin Van Persie, Sol Campbell, Thierry Henry, Robert Pires, dan Cesc Fabregas.

Di era mereka, Arsenal nyaris memenangkan trofi Liga Champions pada 2006. Tapi, The Gunners kalah dari Barcelona asuhan Frank Rijkaard di final.

Meski gagal menang, Arsenal menjadi klub yang secara konsisten lolos ke Liga Champions hingga 2017. Namun, The Gunners belum pernah mengangkat trofi Si Kuping Besar.

4. Valencia

(kiri-kanan) Pemain Valencia Maxi Gomez, Ferran Torres, Ruben Sobrino, dan Kangin Lee saat sesi latihan di Paterna Sports City, Paterna, Spanyol, Selasa (18/2/2020). Valencia akan menghadapi Atalanta pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, 20 Februari 2020 dini hari WIB. (JOSE JORDAN/AFP)
(kiri-kanan) Pemain Valencia Maxi Gomez, Ferran Torres, Ruben Sobrino, dan Kangin Lee saat sesi latihan di Paterna Sports City, Paterna, Spanyol, Selasa (18/2/2020). Valencia akan menghadapi Atalanta pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, 20 Februari 2020 dini hari WIB. (JOSE JORDAN/AFP)

Ada sesuatu tentang klub Spanyol dan Liga Champions. Klub La Liga Spanyol telah mendominasi Liga Champions lebih dari tim lain dari lima liga top Eropa.

Trofi Liga Champions telah dibawa ke Spanyol sebanyak 18 kali. SementaraInggris 14 kali, Italia 12 kali, Jerman delapan kali, dan Prancis sekali.

Meski menjadi klub Spanyol yang tangguh selama akhir 1990-an dan awal 2000-an, Valencia adalah tim yang belum pernah memenangkan trofi Si Kuping Besar.

Di bawah kepemimpinan Gaizka Mendieta, The Bats lolos ke final Liga Champions berturut-turut pada musim 1999-00 dan 2000-01. Sayangnya, Valencia harus merasakan kekalahan di kedua kesempatan itu.

Dengan Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid di tiga tempat teratas, Valencia harus menghadapi persaingan berat untuk lolos ke Liga Champions mewakili La Liga Spanyol.

3. Atletico Madrid

Laga final Liga Champions 2014 mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid. (AFP/Francisco Leong)
Laga final Liga Champions 2014 mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid. (AFP/Francisco Leong)

Atletico Madrid muncul sebagai tim adidaya dalam beberapa waktu terakhir setelah menjadi underdog di La Liga Spanyol. Atletico mengungguli Real Madrid dan Barcelona dua kali dalam dekade terakhir (2013-14 dan 2020-21) untuk memenangkan La Liga.

Di bawah asuhan Diego Simeone, Rojiblancos meraih empat trofi Eropa, yaitu dua trofi Liga Europa dan dua trofi Piala Super Eropa. Namun, Atletico gagal mencium trofi Liga Champions meski mencapai final pada 2014 dan 2016.

Atletico kalah dari musuh bebuyutan Real Madrid pada kedua final tersebut. Atletico juga lolos ke final turnamen yang dulunya bernama Piala Champions pada edisi 1973-74, tapi kalah dari Bayern Munchendalam perebutan trofi.

Terlepas dari itu, Atletico dianggap sebagai salah satu favorit untuk memenangkan trofi dalam waktu dekat.

2. Paris Saint-Germain

Striker Paris Saint-Germain atau PSG Neymar dikawal ketat bek Bayern Munchen David Alaba pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Rabu (14/4/2021) dini hari WIB.(AP Photo/Francois Mori)
Striker Paris Saint-Germain atau PSG Neymar dikawal ketat bek Bayern Munchen David Alaba pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Rabu (14/4/2021) dini hari WIB.(AP Photo/Francois Mori)

Paris Saint-Germain atau PSG menjadi pusat perhatian dengan didahului pembelian besar-besaran dan dominasi di Ligue 1, baru-baru ini. Klub kaya Prancis ini telah menjadi pemenang pasar transfer dalam beberapa waktu terakhir.

PSG memboyong Neymar dan Kylian Mbappe dengan biaya transfer yang besar. Selain itu, klub milik Nasser Al-Khelaifi ini juga baru saja merekrut Lionel Messi, Sergio Ramos, dan Gianluigi Donnarumma secara gratis.

PSG menampung banyak pemain paling berbakat di dunia sepak bola saat ini. Sekarang, meski itu telah membantu PSG mendominasi liga domestik, hal yang sama belum ditiru di Liga Champions sejauh ini.

Mulai mendominasi Ligue 1 sejak musim 2013-14, juara Prancis sembilan kali itu baru sekali tampil di final Liga Champions, yakni 2020. Saat itu, PSG kali 0-1 dari Bayern Munchen.

Di bursa transfer musim panas 2021 yang sedang berlangsung, PSG telah mendapatkan dua juara Liga Champions paling berpengalaman, yakni Lionel Messi dan Sergio Ramos. Patut ditunggu apakah PSG bisa mengangkat trofi Si Kuping Besar.

1. Manchester City

Para pemain Manchester City tampak kecewa usai ditaklukkan Chelsea pada laga final Liga Champions di Stadion Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021). City takluk dengan skor 1-0. (Jose Coelho/Pool via AP)
Para pemain Manchester City tampak kecewa usai ditaklukkan Chelsea pada laga final Liga Champions di Stadion Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021). City takluk dengan skor 1-0. (Jose Coelho/Pool via AP)

Tidak ada tim lain yang mendominasi Liga Inggris dalam dekade terakhir seperti Manchester City. The Sky Blues telah membawa pulang total lima trofi Liga Inggris dalam kurun waktu 10 tahun.

Menurunnya prestasi rival sekota Manchester United, Manchester City kini menjadi kekuatan utama Liga Inggris. Kedatangan Pep Guardiola meningkatkan dominasi mereka tetapi itu hanya terbatas di Inggris.

Kecuali final Liga Champions 2021 (di mana kalah melawan Chelsea), Manchester City tidak pernah melewati semifinal. Terlepas dari dominasi di Liga Inggris, pasukan Guardiola biasanya tersingkir dari Liga Champions di babak 16 besar atau perempat final.

Mempertimbangkan bentuk tim dan kedalaman skuat saat ini, Manchester City diperkirakan menjadi pesaing utama untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah The Citizens bisa melakukannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel