Liga Champions dan Puncak Kesedihan Messi di Barcelona

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVABarcelona menelan kekecewaan berat setelah kalah memalukan dari Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu 17 Februari 2021. Hasil negatif itu membuat ruang ganti Barcelona sunyi.

Seperti diketahui, Barca menerima pukulan telak setelah Les Parisiens pulang dengan kemenangan 4-1. Lebih parah, kekalahan itu dirasakan di Camp Nou, kandang Barcelona.

Hasil tersebut jelas memperkecil peluang Blaugrana untuk lolos ke babak selanjutnya. Meski, tak menutip kemungkinan Barca mampu membuat kejutan dengan membalikkan keadaan.

Di luar seluruh prediksi untuk leg kedua, hasil di leg pertama benar-benar jadi tamparan keras bagi skuad asuhan Ronald Koeman. Bahkan, sang megabintang, Lionel Messi, terlihat sangat lesu ketika peluit panjang dibunyikan.

Pemain asal Argentina itu tampak kehilangan gairah dan semangat ketika bersalaman dengan rekan senegaranya seperti Mauro Icardi, Leandro Paredes, dan pelatih Mauricio Pochettino. Messi memang bertukar kostum dengan Icardi. Tapi, dia terlihat tak kuasa menatap eks bomber Inter Milan itu. Bahkan, dia pun berjalan dengan tatapan kosong.

Dikutip The Sun, kondisi tersebut berlanjut di ruang ganti. Kesedihan yang sama juga dirasakan seluruh penggawa Blaugrana. Tak ada satu pun kata terucap di ruang ganti. Bahkan, dari pemain macam Gerard Pique yang biasanya dikenal vokal.

Bagi Messi dan para pemain senior lainnya, ini adalah kali keempat secara beruntun mereka menerima kekalahan telak seperti ini. Sebelumnya, Blaugrana didepak AS Roma (perempat final 2018), Liverpool (semifinal 2019), dan terakhir dipermak Bayern Munich 8-2 (perempat final 2020).

Memang, peluang belum sepenuhnya tertutup. Mengingat, Barca pernah melakukan comeback sensasional pada 2017 lalu dengan meraih kemenangan 6-1 usai dilibas PSG empat gol tanpa balas di leg pertama. Juga di babak 16 besar.

Bedanya, laga nanti akan dihelat di kandang PSG, Parc des Princes. Apakah mungkin, Blaugrana bisa mencetak setidaknya tiga gol tanpa kebobolan agar bisa membalikkan keadaan.

Kekalahan ini sekaligus mempertipis peluang Messi untuk memberi gelar bagi Barcelona di akhir musim ini, yang bisa jadi sebagai kado perpisahan lantaran kontraknya akan habis. Sebab, tren minor juga dirasakan di LaLiga dan Copa del Rey.

Di LaLiga, mereka masih berada di peringkat ketiga dengan selisih sembilan poin dari Atletico Madrid di puncak klasemen. Sementara, di Copa del Rey, Barca menelan pil pahit berkat kekalahan 0-2 di semifinal leg pertama.

Messi sendiri diyakini bakal segera meninggalkan Camp Nou. PSG dan Manchester City sudah menantikan tanda tangannya.

Kubu The Citizens bahkan sudah melayangkan penawaran baru sebesar £433 juta atau setara Rp8,5 triliun. Jumlah itu turun £170 juta dari penawaran di awal musim ini.

Namun, ManCity menawarkan proyek jangka panjang untuk La Pulga. Rencananya, pemain 33 tahun akan bermain maksimal selama tiga musim untuk The Citizens. Setelahnya, dia akan dipindahkan ke sister club ManCity, New York City.

Jika setuju, Messi akan menjalani kontrak selama delapan tahun. Sebab, di sisa masa kerjanya, dia akan jadi duta untuk klub, bahkan setelah pensiun.