Liga Inggris: Terlambat Menendang Ole Gunnar Solskjaer, Ini 3 Manajer Kelas Dunia yang Seharusnya Bisa Jadi Milik Manchester United

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Klub raksasa Liga Inggris Manchester United resmi mendepak Ole Gunnar Solskjaer. Keputusan yang terkesan terlambat membuat Setan Merah kehilangan kesempatan meminang manajer top.

Keputusan pemecatan Ole Gunnar Solskjaer ini diambil pada Minggu (21/11/2021) pagi WIB. Keputusan itu tak segera diumumkan karena manajemen Manchester United masih harus merumuskan besaran kompensasi yang akan diterima oleh Solskjaer.

Selain itu, pihak Setan Merah juga berusaha menyusun pernyataan yang penuh respek pada Solskjaer. Ini bisa dimaklumi karena ia termasuk sosok legenda di Old Trafford. Berikut pernyataan resmi dari Man United.

"Manchester United mengumumkan bahwa Ole Gunnar Solskjaer telah meninggalkan perannya sebagai manajer."

"Ole akan selalu menjadi legenda di Manchester United dan dengan menyesal kami telah mencapai keputusan sulit ini. Sementara beberapa minggu terakhir mengecewakan, mereka seharusnya tidak mengaburkan semua pekerjaan yang telah dia lakukan selama tiga tahun terakhir untuk membangun kembali fondasi untuk kesuksesan jangka panjang."

"Ole pergi dengan ucapan terima kasih kami yang tulus atas usahanya yang tak kenal lelah sebagai Manajer dan harapan terbaik kami untuk masa depan. Tempatnya dalam sejarah klub akan selalu aman, tidak hanya untuk kisahnya sebagai pemain, tetapi sebagai pria hebat dan Manajer yang memberi kami banyak momen hebat. Ia akan selamanya diterima kembali di Old Trafford sebagai bagian dari keluarga Manchester United."

Sebelumnya, Manchester United tetap memercayai Ole Gunnar Solskjaer hingga Liga Inggris memasuki pekan ke-11. Padahal, manajer-manajer dengan reputasi besar acap kali dikait-kaitkan menyusul buruknya performa Cristiano Ronaldo dkk.

Manchester United memiliki skuad yang mewah musim ini. Akan tetapi, manajer Ole Gunnar Solskjaer gagal memanfaatkan kelebihan tersebut.

Alhasil, Setan Merah sulit bersaing dengan Manchester City, Liverpool, Chelsea, bahkan West Ham yang kini jadi kekuatan baru di Liga Inggris. Tiga tahun sudah masa kepemimpinan Solskjaer, tapi hasilnya nihil.

Hingga pekan ke-11 Liga Inggris, Manchester United duduk di posisi keenam. Mereka hanya mampu mengoleksi empat poin dari enam pertandingan terakhir, dan puasa gelar sejak Mei 2017 agaknya masih akan diperpanjang.

Manajemen klub harus menyiapkan rencana jika Solskjaer dipecat secepatnya. Mereka mestinya melihat bagaimana Tottenham Hotspur sigap melakukan pergantian manajer saat tahu kondisi makin memburuk.

Padahal, Antonio Conte sering disebut-sebut bakal mengisi pos manjerial di Manchester United. Kini, gara-gara tetap memercayai Ole Gunnar Solskjaer, manajer-manajer kelas dunia mulai jauh dari genggaman.

vidio:4 Pemain Tottenham Hotspur yang Diuntungkan Oleh Kehadiran Antonio Conte

Antonio Conte

Antonio Conte akhirnya kembali berpentas di Premier League. Pada Minggu (7/11/2021) kemarin, pria berkebangsaan Italia itu memimpin Tottenham bertandang ke markas Everton, Goodison Park. (AP Photo/Jon Super)
Antonio Conte akhirnya kembali berpentas di Premier League. Pada Minggu (7/11/2021) kemarin, pria berkebangsaan Italia itu memimpin Tottenham bertandang ke markas Everton, Goodison Park. (AP Photo/Jon Super)

Seperti dijabarkan di atas, Conte sebetulnya paling mungkin merapat ke Old Trafford. Beberapa media lantas menyayangkan sikap manajemen yang masih belum memecat Solskjaer.

Usai kekalahan tipis 0-1 dari West Ham di ajang Carabao Cup, nama Conte mulai disebut-sebut. Lalu saat dikalahkan Liverpool 0-5, juga di Old Trafford, banyak yang yakin kalau Solskjaer bakal dipecat.

Conte dianggap sosok paling tepat mengangkat prestasi Manchester United saat ini. Akan tetapi, manajemen bergeming hingga akhirnya manajer asal Italia itu 'dibungkus' Tottenham.

Mauricio Pochettino

Kemenangan ini mengantarkan PSG ke puncak klasemen sementara Liga Prancis. Skuad asuhan Mauricio Pochettino mengemas enam poin dari dua laga. (Foto/AP/Francois Mori)
Kemenangan ini mengantarkan PSG ke puncak klasemen sementara Liga Prancis. Skuad asuhan Mauricio Pochettino mengemas enam poin dari dua laga. (Foto/AP/Francois Mori)

Jauh sebelumnya, tepatnya pada 2019, Manchester United memiliki dua opsi. Pochettino atau Solskjaer.

Manajemen Setan Merah lebih memilih Solskjaer karena kala itu, sejak Desember 2018 hingga Maret 2019, ia sukses menghindarkan timnya dari kekalahan.

Pada akhirnya, Pochettino bergabung dengan PSG setelah Thomas Tuchel dipecat dan melatih Chelsea.

Thomas Tuchel

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Aston Villa pada laga Liga Inggris di Stadion Villa Park, Minggu (23/5/2021). Chelsea tumbang dengan skor 2-1. (Richard Heathcote/Pool via AP)
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Aston Villa pada laga Liga Inggris di Stadion Villa Park, Minggu (23/5/2021). Chelsea tumbang dengan skor 2-1. (Richard Heathcote/Pool via AP)

Sebelum bergabung dengan Chelsea, Tuchel juga diisukan bakal menggantikan Solskjaer. Headline media di Inggris dipenuhi dengan pemberitaan bahwa pelatih asal Jerman itu bakal merapat ke Old Trafford.

Saat itu, United baru saja dipastikan kandas di arena Liga Champions. Pertanyaan besar pun muncul terkait masa depan Solskjaer.

Lagi-lagi, manajemen klub terus memercayai kinerja Solskjaer. Sementara Tuchel sukses membawa Chelsea juara Liga Champions musim lalu.

Sumber: Mirror

Posisi MU Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel